Jan 25, 2017

Kasiat Batu Akik Tapak Jalak


Duamisteri - Banyak orang salah mengerti tentang batu tapak jalak yang sebenarnya.Janis batu tapak jalak hampir sama dengan mustika kendit.

pada umumnya batu tapak jalak memiliki dua persilangan yang saling bertemu.untuk jenis batunya,bisa berupa apa saja.akan tetapi batu tapak jalak yang paling terbaik adalah batu sudah cukup memiliki umur yang tua serta silangan batu tersebut agak timbul serta terasa jika di sentuh dengan tangan.dan ini bukan hasil rekayasa/buatan manusia,melainkan asli buatan alam.

Batu tapak jalak aura serta Energinya tergolong batu yang panas.sebab sang pemakai juga akan terpengarug dengan aura yang tersimpan pada batu tersebut.sehingga ia akan sering mudah marah.

Untuk sisi positifnya,batu tapak jalak mampu mengangkat pamor sang pemakainya,menjujung derajad,mambangkitkan aura sangat cocok jika di pakai untuk orang yang bekerja di bidang kriminal.

Bisa saja di pakai oleh pak polisi,pak TNI,pak satpam serta orang yang memiliki banyak anggota.sebab aura Batu tapak jalak tersebut mampu mengangkat Pamor si pemakainya serta tidak mudah di remehkan oleh orang lain,berwibawa dan langkahnya yang selalu gagah.

Jenis batu tapak jalak juga berguna sebagai kekuatan tubuh,pukulan serta tahan pukul.serta bisa juga untuk kekebalan.jika batub tapak jalak memiliki khodam,maka bisa di pastikan,khadam yang menempati batu tapak jalak bukan dari jenis abal-abal.

Namun khodam batu tapak jalak dari jenis golongan sakti serta sifatnya yang brangasan,panas dan si pemakainya akan mudah terpengaruh olah sosok khodam yang menempati batu tersebut.

BACA JUGA : Keris Dan Keturunan Kerajaan Jawa Terakhir

Jan 14, 2017

Cara Mengetahu Khodam Yang Ada di Batu Akik


Duamisteri.com - Batu akik yang memiliki isi atau yang biasa orang menyebutnya sebagai khodam menjadikan batu akik yang satu ini memiliki daya tarik tersendiri oleh para pengagum batu cincin.

Selain karna ada manfaat tertentu misalnya melindungi diri, khadam dari batu akik ini diyakini bisa membawa dampak bagi seseorang untuk menuju kepada suatu hal yang positif, tentunya ini atas ijin dari yang kuasa.

Setelah penulis yang beberapa waktu lalu menemui mbah Pilu, kamipun bercerita seputar khodam dari batu akik yang memang kami penasaran akan hal itu. Menurutnya, semua benda yang ada dilangit maupun dibumi ini adalah bertasbih dengan menyebut asma Allah SWT. Semuanya tak terkecuali, bahkan benda yang terlihat tidak bergerakpun sebenarnya sedang bertasbih misalnya tumbuhan.

Disetiap makluk yang ada di Bumi ini, diciptakan oleh Allah dengan berbagai manfaat dan tentu saja tidak ada yang tercipta dengan sia-sia. Terlepas dari semua itu, penulis lantas langsung bertanya kepada Mbah Pilu tentang bagaimana cara orang-orang awam yang tidak memiliki ilmu khusus yang bisa untuk mengetahui keberadaan khodam didalam batu akik?

Untuk pertanyaan hal semacam ini malah membuat Mbah Pilu menjadi tertawa. Menurutnya, semua manusia mempunyai kemampuan untuk dapat melihat ataupun merasakan keberadaan akan energi gaib yang ada disekitarnya. Tetapi kebanyakan justru tidak dapat memanfaatkan kemampuan mereka untuk dapat melakukan hal tersebut.

Lantas Mbah Pilu pun memberikan petuahnya untuk kita para orang-orang awam agar dapat mengetahui dan merasakan kekuatan dari energi yang berada pada Batu Akik yang kita miliki.

1. Coba bawa batu akik ke kamar mandi

BACA JUGA : Keris Dan Keturunan Kerajaan Jawa Terakhir

Batu akik yang mempunyai khodam putih, biasanya tidak akan suka apabila dibawa ke tempat-tempat najis atau tempat yang kotor. Tetapi jika itu khodam hitam maka akan sangat suka berada ditempat-tempat yang kotor. Apabila ada perbedaan yang sobat rasakan sewaktu sobat masuk kedalam kamar mandi, bisa dipastikan bahwa batu akik yang sobat punya memiliki khodam putih ataupun baik.

2. Apakah sobat pernah bermimpi mengenai batu cincin tersebut ?

Jika sobat pernah mengalami sebuah mimpi dikasih batu secara misterius yang mana sobat bertemu dengan seseorang yang memberikan sobat cincin tersebut, maka dapat dipastikan bahwa batu akik yang sobat miliki mempunyai sebuah khodam yang baik untuk sobat. Karena pemberian ini identik dengan kebaikan.

3. Jika kesehatan sobat menurun setelah menggunakan batu akik

Jika sobat merasa bahwa kesehatan menjadi turun pada saat sobat baru saja memakai sebuah batu akik yang baru saja sobat miliki. Ini dapat dipastikan bahwa batu akik yang sobat miliki sekarang tidak baik ataupun tidak ccocok untuk sobat. Ini bisa terjadi jika akik yang sobat miliki berisi khodam hitam dan sobat memiliki jiwa putih ataupun sebaliknya, maka batu akik tersebut akan memberikan efek yang tidak baik.

BACA JUGA : SEJARAH BATU MERAH DELIMA

Jan 6, 2017

Mengupas Misteri Benda Pusaka di Alam Gaib


DuaMisteri - Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya akan membuka dengan satu pertanyaan yang paling mendasar terlebih dahulu. Pernahkah mendengar tentang mahluk halus atau dunia gaib?

Saya percaya kerabat akarasa pasti pernah mendengarnya. Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan keyakinan panjenegan bahwa memang ada mahluk halus yang memiliki kehidupan seperti kita juga di dunia ini?

Secara teoritis yang berlandaskan Agama dan Urban Legend, panjenengan mungkin percaya. Tetapi kebanyakan, di sisi yang lain lagi mungkin kerabat akarasa mencoba untuk tidak mempercayainya karena belum pernah mengalami sensasi tertentu yang berkaitan dengan dimensi lain. Atau mungkin juga mencoba menepisnya karena landasannya takut. Sederhananya, Bila realitas itu terdiri dari dua dimensi antara yang lahiriah-material dan dimensi yang gaib-abstrak, maka masing masing dimensi itu memiliki karakteristik yang berbeda beda.

Ada beberata tulisan di akarasa ini yang membahas tentang tata cara menarik pusaka dari alam gaib yang boleh dibilang adalah tulisan yang paling banyak dibaca di blog ini. Temukan di SINI.

Tentunya, tulisan ini terkesan mengada-ada. Terlebih bagi yang tidak mempercayai sama sekali tentang adanya sisi dunia lain yang bersekat sangat tipis dengan dunia materi seperti kita ini. Baik, kita kesampingkan pro-kontranya dulu, anggap saja kita yakin adanya alam gaib dan segala aktifitas penghuninya.

Pada tulisan kali ini sebenarnya adalah menjawab email yang masuk di kontak akarasa ini perihal keberadaan pusaka-pusaka di alam gaib. Pusaka yang saya maksud di sini bisa berbetuk logam maupun berupa batu.

Ciri-ciri adanya keberadaan pusaka gaib di suatu tempat biasanya akan menjadikan tempat lokasinya bersuasana wingit atau angker. Dalam banyak kasus yang pernah saya alami, itu semua sesuai perwatakan masing-masing pusaka. Bila pusaka tersebut memiliki pembawaan 'panas' dan berwibawa, maka biasanya tempatnya berada akan berkesan angker. Sebaliknya, bila pusaka tersebut berkarakter halus dan teduh, maka biasanya tempatnya berada akan berkesan wingit. Masing-masing pusaka gaib itu juga dijaga oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan pusaka gaib tersebut sebagai ageman atau pusakanya.

Jika ditinjau dari kualitas fisik dan kekuatan gaibnya biasanya pusaka-pusaka di alam gaib di wilayah Jawa Timur secara umum lebih baik dibandingkan yang ada di wilayah Jawa Tengah atau Jawa Barat.

Pusaka-pusaka di alam gaib Jawa Timur banyak yang memiliki hiasan-hiasan mewah, banyak yang bertatahkan emas dan intan, berwibawa dan berkesaktian tinggi. Biasanya adalah peninggalan jaman kerajaan Kediri, Singasari atau Majapahit atau milik para bangsawan Kediri, Singasari dan Majapahit jaman dulu.

Sedangkan yang berada di Jawa Tengah biasanya bentuknya lebih sederhana, tidak banyak yang memiliki hiasan mewah. Kualitas kegaibannya juga tidak sebaik yang di Jawa Timur, apalagi yang dibuat pada jaman Demak dan Mataram Islam atau sesudahnya. Sebagian pusaka di Jawa Tengah yang berhiaskan emas dan berkesaktian tinggi kebanyakan aslinya adalah pusaka rampasan dari kerajaan, kadipaten atau kabupaten di Jawa Timur yang dipindahkan orang ke Jawa Tengah pada jaman kerajaan Demak dan Pajang atau Mataram.

Selain benda-benda berukuran besar, di alam gaib juga banyak benda-benda jimat dalam bentuk keris-keris dan golok kecil (yang bisa dimasukkan ke dalam dompet), batu cincin, jimat rajahan, dsb. Kebanyakan adalah jimat para pendekar dan jawara jaman dulu. Masing-masing benda tersebut biasanya juga dijaga oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan benda tersebut sebagai jimat.

Adapun pusaka-pusaka serupa tombak dan keris yang berasal dari alam gaib ada 2 macamnya, bisa dikenali pada saat pertama penarikannya. Yang pertama adalah yang asli dari alam gaib. Biasanya badan kerisnya berwarna hitam atau warna lain sesuai aslinya dan tidak ada bagian yang berwarna coklat karatan, apalagi keropos karatan. Biasanya gagang, sarung kayu dan perlengkapan aksesories lainnya masih utuh dan dalam kondisi baik tidak termakan cuaca dan usia.

Yang kedua adalah pusaka yang ditarik dari alam gaib, tetapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh berasal dari alam gaib. Biasanya badan kerisnya berwarna coklat atau hitam kecoklatan seperti besi karatan atau ada bagian yang berwarna coklat karena karatan. Jenis ini biasanya adalah keris yang diselubungi oleh gaib, sehingga tidak tampak mata manusia. Jadi secara fisiknya keris tersebut sebenarnya masih berada di dunia manusia (dan bisa karatan termakan usia), tetapi diselubungi oleh gaib (halimunan), sehingga tidak kelihatan mata manusia.

BCA JUGA : Asal Usul Keris NOGOSOSRO

Biasanya juga gagang kayu dan sarungnya sudah tidak ada, sudah rusak bahkan hancur termakan cuaca dan usia. Jenis ini biasanya tingkat kesaktian gaibnya rendah. Mungkin dulunya adalah pusaka milik petani atau prajurit berpangkat rendah. Jenis ini biasanya cukup mudah ditarik dengan tenaga dalam atau amalan gaib dan tidak perlu sesaji.
Mustika, pusaka dan benda-benda lain dari alam gaib yang berhasil ditarik ke alam manusia biasanya akan mengeluarkan bau harum seperti bau harum bunga melati pada saat pertamanya di dunia manusia. Bila disentuh dengan tangan, bau harum yang menempel di tangan tersebut tidak akan mudah hilang dalam sehari dua hari, walaupun sudah mencuci tangan. Ada juga yang memancarkan hawa panas jika dipegang dengan tangan karena dalam penarikannya ada perbenturan energi.

Benda-benda pusaka dan benda gaib lain yang berada di alam gaib, sebagian adalah karena isi gaibnya sendiri yang membawa benda gaibnya masuk ke alam gaib, atau karena pernah ada kejadian bencana alam seperti gunung meletus atau tanah longsor yang menjadikan benda-benda tersebut tertimbun tanah, yang kemudian dibawa masuk ke alam gaib oleh sosok-sosok halus penjaganya sebagai benda pusakanya. Sekian dulu ulasan yang bisa saya bagikan, semoga menambah wawasan buat kita sekalian.

BACA JUGA : Dibawa ke Alam Gaib Oleh Makhluk Hitam

Asal Usul Keris NOGOSOSRO


DuaMisteri - Menurut kepercayaan sebahagian orang Jawa dan masih lestari hingga kini, seorang pemimpin tidak akan kuat menduduki kursinya bila tanpa didukung piandel dan pusaka-pusaka sakti. Sejauh mana kebenaran dari kepercayaan ini?

Bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia, khususnya Jawa, ini bukan hal aneh lagi. Kepercayaan yang tidak diketahui sejak kapan berlaku itu dianggap suatu keharusan bagi setiap pemimpin bila tak ingin tahtanya segera jatuh. Yang pasti, ini bukan hanya cerita para raja dan sultan di masa lalu, tetapi para elit politik sekarang pun masih banyak yang mempercayai kekuatan atau tuah pusaka-pusaka sakti dengan berbagai bentuknya.

Ada yang meyakini, bahwa pusaka tersakti yang bisa membantu melenggangkan kekuasaan setingkat pimpinan negara atau presiden adalah Keris Nogososro Keris sakti di Tanah Jawa, yang digambarkan bisa menaklukkan jagat kahyangan bila dia mengamuk. Tak heran, meski zaman sudah sedigital ini masih  ba­nyak politikus yang datang ke orang pintar demi memburu pusaka ini dengan biaya, syarat, dan resiko apapun. Bahkan, ada yang berani membeli dengan harga miliaran rupiah atau menukar dengan berkilo-kilo gram emas, namun kenyataannya, tak mudah untuk menemukan pusaka keris Nogososro yang asli. Keris ini tetap misterius keberadaannya.

Keris Nogososro memang memiliki latar belakang politik yang kental, terutama dalam hubungannya dengan suksesi kepemimpinan kesultanan Demak Bintoro di masa silam. Dalam riwayatnya, keris Nogososro merupakan pesanan dari Sultan Trenggono untuk menentukan calon penggantinya. Karena ada trah keturunan yang dipandang memiliki kapabilitas dan akseptabilitas yang sama untuk menduduki kursi kepemimpinan setelah dia wafat.

Dalam sejarah dinyatakan bahwa dua trah kesultanan Demak yang memiliki peluang untuk menjadi pemimpin pasca Sul­tan Trenggono yakni trah Sidolepen yang diawali oleh Aryo Penangsang, dan trah Trenggono. Kedua trah tersebut sesungguhnya adalah masih bersaudara.
Berawal dari persoalan itu, maka para wali mengusulkan kepada Sultan Trenggono untuk memesan keris Nogososro, sebagai pusaka andalan sekaligus sebagai me­dia sayembara, yang kira-kira berisi: "Siapa yang mampu memegang atau menguasai keris tersebut, dialah yang berhak mendu­duki tahta."

 Kyai Margopati : Keris Paling Haus Darah Sepanjang Sejarah

Ternyata sayembara itu dimenangkan oleh Joko Tingkir atau Hadiwijoyo, anak angkat Sultan Trenggono. Sejak saat itu, keris Nogososro menjadi legenda masya­rakat.

Menurut riwayat, pusaka ini sempat hilang dari keraton dan menjadi rebutan para pendekar Tanah Jawa. Akibat hilang keris Nogososro pada waktu itu di seluruh kerajaan Demak Bintoro goncang. Pasalnya, kraton khawatir pusaka yang sangat ampuh itu ja­tuh ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab. Namun untungnya, atas upaya salah seorang punggawa kerajaan Demak yang terkenal sakti dan berbudi luhur, pusaka tersebut dapat ditemukan kembali.

Orang yang berjasa besar itu bernama Mahesa Jenar, yang merupakan saudara seperguruan Kebo Kenongo atau Ki Ageng Pengging, sekaligus murid kinasih pangeran Hanyaningrat. Dalam satu riwayat, pusaka Nogososro biasanya selalu disandingkan dengan dua keris lagi yakni, Sabuk Inten dan Sengkelat, Sabuk Inten untuk kewibawaan, sedang Sengkelat untuk kamukten.

Namun dari sekian keris yang ada, keampuhan Nogososro tak ada yang mampu menandinginya. Dengan sawabnya, keampuhan pusaka yang lain dapat tertindih, bahkan hilang sama sekali.

Asal usul Keris Nogososro, diriwayatkan keris No­gososro dibuat oleh Empu Supo Mandrani, yang hidup pada zaman kerajaan Majapahit. Tetapi versi lain menyebutkan bahwa pusaka ini, sesuai dengan namanya, tercipta dari lidah sesosok makhluk berbentuk ular naga yang sangat sakti. Namanya, No­gososro.

Alkisah, Pada zaman dahulu, seorang lelaki sakti mandraguna bernama Manggir terbang menggunakan selembar tikar permadani meninggalkan tanah kelahirannya dari Baqhdad. Dia berniat melakukan perjalanan menuju sebuah pulau yang terbuat dari reruntuhan gunung Himalaya dan ber­bentuk seperti naga. Pulau tersebut tak lain dan tak bukan adalah pulau Jawa.
Kedatangan Manggir di pulau Jawa bersamaan dengan turunnya patung Al-Atha dari India. Kedatangan patung ini diiringi awan kemupus dan kelompok orang yang memujanya. Dan bersamaan pula dengan itu, terjadi peristiwa alam yaitu gerhana matahari total.

Setelah beberapa lama tinggal di pulau Jawa, Manggir dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa di tempat yang baru ini terdapat banyak sekali gunung berapi, yang kapan saja bisa meletus dan membinasakan penduduknya. Karena itulah Manggir bermaksud untuk melakukan tapa brata, de­ngan tujuan mendinginkan gunung berapi yang ada di pulau ini.

"Aku akan pergi ke salah satu gunung berapi di pulau ini untuk bertapa. Bila sekiranya ada keturunanku yang ingin bertemu, suruh dia mencariku ke sana," pesan Manggir kepada Ratu Perangin angin, isterinya.
Seorang pun tak ada yang mengetahui, di gunung berapi yang mana sebenarnya Manggir bertapa. Sebab di tanah Jawa ini, gu­nung berapi ada puluhan jumlahnya. Karena itu, hingga kini tetap misterius.
Dikisahkan, Manggir bertapa sampai ratusan tahun lamanva sampai mimpikan, dia dapat mengirimkan rohnya untuk sesekali menggauli isterinya, sehingga sua­tu ketika, Ratu Perangin-angin mengandung.
"Jika suamiku menguasai gunung dan daratan, sedangkan aku penguasa Laut Selatan, semoga anakku berkuasa atas keduanya," doa Ratu pada suatu hari sambil mengelus-elus perutnya yang sedang hamil besar.
Ketika lahir, ternyata anak yang dikandung Ratu bentuk fisiknya bak ular naga. Tak hanya itu, perkembangan tubuh si anak juga begitu cepat, sehingga dalam waktu yang relatif singkat telah menjelma menjadi seekor naga raksasa yang sangat ganas. Se­suai dengan keadaannya, si anak diberi nama Nogososro.
Dikisahkan, apabila Nogososro berjalan atau merayap, maka langkahnya menggetarkan permukaan bumi dan mengakibatkan banyak gunung terancam meletus.
Sampailah pada suatu hari Nogososro bertanya kepada ibunya, "Hai lbuku, tunjukkan di mana gerangan ayahku berada? Mengapa aku tidak seperti manusia biasa, sehingga tak seorangpun makhluk yang mau bergaul denganku? Aku akan mencari ayah dan meminta padanya agar tubuhku dirubah seperti manusia biasa."

Ratu Perangin-angin tak dapat menjawab, karena dia sendiri merasa bahwa hal itu di luar kehendak dirinya. Dia sendiri tak dapat menjelaskan di mana keberadaan ayah dari anaknya, sebab dia tak tahu di gunung mana suaminya bertapa.
Karena jawaban sang ibu, akhirnya No­gososro dengan membawa perasaan yang sangat pilu, pergi mencari ayahnya. Setelah sekian lama mencari, akhirnya dia mene­mukan ayah yang dicarinya di sebuah gu­nung berapi di tepi pantai.

Melihat sosok anaknya, Manggir terkejut bukan kepalang. Namun bersamaan de­ngan itu, tiba-tiba kini terbuka olehnya tentang siapa Ratu Perangin-angin sebenarnya.
Wanita berparas jelita itu ternyata jelmaan dari Patung Al-Atha. Manggir baru menyadari bahwa telah mengambil langkah keliru, mencampurkan yang gaib dan yang kasar, dan yang putih dengan yang hitam.
Dan yang terjadi kini adalah suatu ancaman baru bagi seluruh penduduk pulau Jawa di masa mendatang. Ya, Nogososro adalah sumber dari ancaman itu.

Karena merasa sangat malu, Manggir enggan mengakui Nogososro sebagai anaknya. Namun dia tidak secara terang-terangan menyatakan hal itu, melainkan dengan sebuah taktik. Disuruhnya Nogo­sosro melilitkan tubuhnya ke sekeliling gu­nung tempatnya bertapa. Dengan pesan, apabila ekornya bisa menyentuh kepalanya, maka dia akan diakui sebagai anaknya.
Kenyataannya, kepala dan ekor Nogo­sosro tidak bisa saling menyentuh, meskipun sebahagian tubuhnya telah masuk ke dalam gunung karena kuatnya dia melilit.

Sambil menitikkan air mata, Nogosoro lalu menjulurkan lidahnya agar dapat mencapai ekor. Usahanya ini berhasil. Tetapi Manggir tidak bisa menerima kenyataan itu. Dia menganggap bahwa Nogososro te­lah berbuat curang. Manggir mencabut kerisnya, kemudian membabat lidah anaknya. Apa yang terjadi?
Sungguh luar biasa! Lidah Nogososro yang terputus mengeluarkan api seperti petir yang sangat dahsyat. Seketika Pulau Ja­wa bergoncang dengan hebatnya. Akibatnya, bagian timur pulau Jawa terputus-putus menjadi pulau-pulau kecil. Dan pulau Ja­wa yang tadinya berbentuk mirip seekor ular naga, kini berubah menjadi seperti harimau.

Seiring dengan itu, Nogososro yang sa­ngat terkejut dengan tindakan ayahnya yang telah memutuskan lidahnya, serta merta mencengkeram lereng gunung sekuat-kuatnya sambil menahan amarah dan rasa sakit. Akibatnya, gunung tempat Manggir melakukan tapabrata meletus de­ngan teramat dahsyat.
Begitu dahsyatnya letusan tersebut se­hingga seluruh puncak gunung serta dasarnya terlempar ke Laut Selatan, dan lubang bekasnya kemudian terisi air laut, membentuk sebuah teluk dengan kedalaman lebih dari 5 km. Teluk itu yang kemudian dikenal dengan nama Teluk Pelabuhan Ratu.

Sementara itu Manggir dan Nogososro, keduanya sempat terpental ke angkasa. Na­mun karena kesaktian mereka tak ada yang mengalami cidera walau sedikitpun. Meskipun demikian, karena mereka lebur bersama lahar dan batu, kini tubuh ayah dan anak itu berubah wujud secara total. Manggir rnenjel­ma menjadi patung batu, yang terkadang berpindah tempat dari satu gunung ke gunung yang lain.
Sementara itu, Nogososro yang tubuh­nya sangat besar dan panjang, menjadi naga batu yang terbentang hingga saat ini. Demikian pula tangannya yang menceng­keram gunung berapi tempat Manggir ber­tapa, sampai sekarang masih bisa dilihat.

BACA JUGA : Cerita Misteri dan Mitos di Balik Bangunan Gedung Sate Bandung

Dengan adanya perubahan wujud terse­but, bahaya dari tangan kanan Nogososro memang telah berlalu. Tetapi bahaya dari li­dahnya yang terputus, masih mempengaruhi manusia sampai saat ini. Konon, lidah yang putus tersebut turun bersama petir Liwe Muser, tempat pertemuan lima buah sungai. Aki­batnya di tempat itu rnenjelma lubuk yang dalamnya mencapai lima batang bambu le­bih. Sementara tanah disekitar sungai rekah-rekah, membentuk lima buah goa.

Di tempat itulah lidah Nogososro ber­ubah menjadi sebilah keris berbentuk lidah naga, terbuat dari logam yang tidak dikenal oleh siapapun. Untuk mengamankan lidah Nogososro, Manggir yang masih bertapa di atas punggung anaknya yang telah men­jadi gunung batu di Pelabuhan Ratu, terus memanjatkan doa. Dia berharap selalu ada orang yang mengiring jalannya lidah ter­sebut. Dan dapat menghentikan akibat-akibat buruk yang ditimbulkannya.

Kata seorang ahli supranatural, bila sua­tu saat kita melakukan rekreasi ke Pelabuh­an Ratu, jangan lupa memandang ke pun­cak gunung Jayanti. Katanya, itu sebenar­nya adalah kepala Nogososro.

Bila kerabat akarasa ingin melihat tangan kanan sang naga, bisa datang ke Goa Gedong Manik Taman Srimegan dari Patugurun. Adapun tempat putusnya lidah Nogososro, tepat di Sungai Cimandiri sekarang, di suatu tempat yang disebut Bagbagan.

Dari kedua versi kisah di atas, tentang asal-usul keris Nogososro, manakah yang benar? Entahlah! Yang jelas, pusaka Nogo­sosro hingga sekarang banyak diburu orang, terutama para pejabat. Tetapi, tentu saja tak sembarang orang yang dapat memilikinya. Bahkan kabarnya, pusaka ini ha­nya bisa diperoleh oleh mereka yang benar-benar berjodoh untuk memilikinya.

Bung Karno adalah tokoh yang disebut-sebut pernah memiliki keris Nogososro. De­mikian pula halnya dengan Soeharto. Konon, mereka dapat memiliki keris sakti tersebut setelah melakukan suatu ritual yang sangat berat. Benarkah kisah ini? Se­kali lagi, semuanya masih menjadi teka-teki yang sulit dicarikan jawabannya.

BACA JUGA : Horror di Rumah Sakit Dharma Medika Tulungagung

Dec 22, 2016

SEJARAH BATU MERAH DELIMA


DuaMisteri - Batu Mustika Merah Delima ini sangat unik dan banyak di cari oleh pecinta batu mulia. Kalau kita telusuri Sejarah Batu Merah Delima atau Asal Usul Batu Merah Delima banyak versi nya, kalau kita mencari di internet ada menyebutkan Sejarah Batu Merah Delima Menurut Islam, Sejarah Batu Merah Delima Nabi Sulaiman, Sejarah Batu Merah Delima Wikipedia, Sejarah Batu Merah Delima Soekarno, Sejarah Batu Merah Delima Asli dan lain-lain.

Kali ini admin Supranaturaljokowi.com akan membahas tentang "Sejarah Batu Merah Delima Asli" untuk para sedulur menambah wawasan dan ilmu tentang Sejarah Batu Akik.

Asal Usul Batu Merah Delima

Merah Delima, Banyak sekali yang terbuai dengan kedahsyatan Mustika Merah Delima (MD). Ada pula yg malah jadi korbanya. Batu yang banyak terdapat di Bali tersebut konon memiliki kekuatan ghaib. Diantaranya kebal terhadap senjata api dan rambut tidak akan mempan cukur. Selain bisa menaikan status sosial pemiliknya tentunya, karena barang ini langka. Baiknya hati – hati karena, meski anda sanggup membelinya, tapi anda belum tentu cocok dengan MD ini.

BATU MUSTIKA MERAH DELIMA adalah merupakan BATU Mustika dan manifestasi dari kunci Peradaban Dunia dan di alam FANA atau dunia HANYA ada 5 Buah BATU MUSTIKA. Dan Batu - batu mustika yang dihibahkan atau dimaharkan itu semua asli akan tetapi HANYA merupakan Anak atau PEMBIASAN dari 5 BATU MUSTIKA yang ASLI dan mempunyai khasiat dan Kegunaan yang HAMPIR SAMA.

Bentuk Dari Turunan Merah Delima

Pengamat militer dan Tosan Aji MT Arifin, terdapat beberapa bentuk Merah Delima. Kelereng konon memiliki kekuatan ghaib untuk keamanan dan kesehatan pemiliknya atau orang lain yang menggunakanya.

Merah Delima
Bundar agak oval, model ini cocok buat urusan perdagangan atau manajemen.
Oval, cocok buat berbisnis.
Namun tidak semua orang dapat merawat batu yang bisa dijadikan khodam ini. Disamping itu harganya bisa mencapai milyaran rupiah. Itupun belum tentu asli.

Menurut Soelung Loedhaya, spritualis asal Bali

Warna merah, ster putih 6, tanpa gelembung, mengkristal. Memiliki kekerasan 9 dan warnanya bisa bias sampai 21 gelas.

Ada dua bentuk, yaitu merah delima batu aji dan merah delima mustika. Kebanyakan yang diburu kolektor adalah yang MUSTIKA. Biasanya yang namanya mustika, itu berasal dari alam halus. Karena susah dicari, maka benda itu dipalsukan dengan diberi fosfor. Agar menyala didalam air.

Menurut RM Wisnu Agung Putra Diponegoro, Merah Delima itu di bagi 2 :
Merah Delima yg terbuat dari Batu Kali. Di pasaran orang menyebut dengan Batu Merah Rubbi.
Merah Delima Asli. Artinya benar-benar memiliki kekuatan Ghaib.
Menurut Gus Simon, Spiritualis asal Surabaya :
Merah Delima bentuknya kecil, tidak besar-besar seukuran biji merah delima.
Merah Delima bisa memendarkan cahaya merah dengan radius sangat luas. Bisa memendarkan sampai empatpuluh gelas.
Kegunaannya pun multifungsi. Tetapi yang utama adalah untuk kharisma, kewibawaan, dan penarik rejeki. Sedang untuk efek kekebalan, hampir semua batu mustika bisa memberikan efek kekebalan, bila sebelumnya di asma’ dahulu. Jadi kalau ada orang yang menawarkan Batu Merah Delima dengan hanya menawarkan kekebalan saja itu berarti palsu.

Ciri-Ciri Merah Delima Asli 
Bentuknya kecil seukuran biji delima. Tidak besar. Kalau besar, dapat dipastikan palsu.
Warna merah tanpa gelembung dan mengkristal.
Taruh MD dalam segelas air. Rendam dalam segelas air. Jika bias menembus 7 gelas sampai 21 gelas dan tidak hilang dalam waktu satu bulan. Berarti asli. Sebab bisa saja penjual menggunakan fosfor. Jika direndam lama pasti kandunganya akan lemah.
Tembak rendaman gelas dg peluru. Jika gelas itu tdk pecah. Berarti asli. Bila menggunakan silet, perhatikan dua sisinya, sebab bisa saja satu bagian tumpul, satu bagian tajam.

Asal Usul Merah Delima
MD adalah penjelmaan jin. Karena selain penangganan yg khusus, wadahnya pun harus khusus yg wujudnya mirip kepompong. Karena tanpa wadah itu, MD akan menghilang dg sendirinya. Kata MT Arifin.
Menurut Soelung Loedhaya, spritualis asal Bali. MD bukan batu dari alam ghaib, tetapi batu yang mempunyai kekutan ghaib.