Jul 30, 2020

Fakta, Mitos, dan Cerita Rumah Patung Gurita Bandung

Cerita Misteri Indonesia • Fakta, Mitos, dan Cerita Rumah Patung Gurita Bandung - Siapa yang tak tahu patung gurita bandung? Patung gurita menjadi salah satu tempat angker di bandung yang menyimpan misteri dan mitos sampai sekarang. Tidak semua masyarakat kota bandung mengetahui sejarah dan mitos tentang rumah gurita bandung ini.

Menelisik Keangkeran Rumah Patung Gurita Bandung
foto by yukeepo.com

Rumah Patung Gurita
 Hitam atau sebutan lainnya adalah gereja setan, menjadi tempat angker di bandung yang terus dibahas hingga oleh para blogger dan para vloger. Karena menyimpan berbagai  misteri dan mitos yang membuat penasaran orang, jadi disinyalir bahwa patung gurita bandung adalah tempat angker. Bahkan selain sebutan tempat angker, rumah patung gurita juga pernah dibilang sebagai sarang iblis.

Mitos Rumah Gurita Bandung

Menelisik Keangkeran Rumah Patung Gurita Bandung
foto by liputan6.com

Tempat ini juga pernah dirumorkan sebagai tempat berbagai aktivitas sesat, seperti pemujaan setan, hubungan seks bebas antar anggota, dan lain sebagainya. Meski sempat sempat di bantah oleh pemerintah setempat tentang aktivitas yang menyimpang karena tidak ditemukannya bukti-bukti kuat. Namun sebagian masyarakat sudah termakan rumor dan mempercayai adanya aktivitas pemujaan sesat.

Selain rumor tersebut, ada juga rumor lain yang menyebutkan bahwa bangunan ini dulunya bekas geraja. Karena bekas gereja dan dijadikan sekte sesat, makanya muncul lah nama rumah patung gurita ini sebagai gereja setan. Ada juga yang menceritakan bahwa tempat ini digunakan sebagai ajang penjudian, hal ini karena di kaca bangunan tersebut banyak terdapat gambar kartu domino.

Menelisik Keangkeran Rumah Patung Gurita Bandung
    foto by youtube
Saya sendiri sempat mendengar cerita-cerita dari teman saya, bawha tak ada akses untuk masuk ke rumah gurita ini. Dan kemungkinan salah satu akses masuknya adalah dari salah satu rumah warga yang mengelilingi bangunan besar tersebut. Bangunan megah dengan patung gurita berwarna hitam pekat serta mata berwarna merah membuat banyak orang yang penasaran. Ada salah seorang yang penasaran akan bangunan ini dan coba menelisik seputar banguan ini. Alhasil benar saja dia tidak menemukan pintu akses menuju bangunan tersebut. Bahkan dia mencari informasi ke ketu RT tersbut untuk mencari informasi tentang rumah gutita bandung tersebut.

Bantahan Rumah Patung Gurita Bukan Tempat Horor

Sempat beredar luas dan viral baru-baru ini kerana ada pembahasan di tweet salah seorang pengguna twitter tentang keangkeran dan hal aneh di rumah patung gurita ini. Namun hal tersebut langsung dibatah oleh salah seorang yang membalas di tweet tersebut. Berikut Screenshotnya yang saya ambil dari twitter.com.

Rumah Gurita Bandung di Angkat ke Film

Menelisik Keangkeran Rumah Patung Gurita Bandung
foto by wikipedia

Jose Purnomo sebagai sutradara ternama dalam perfilem horror megangkat cerita horor rumah gurita bandung ke dalam sebuah film yang berjudul "Rumah Gurita" pada tahun 2014, dan tayang dilayar lebar pada tahun 2015. Dibintangi oleh aktris papan atas sandy aulia, film rumah gurita ini menceritakan tentang anak yang memiliki kelebihan (indra keenam) dan mengungkap bahwa dulunya rumah ini dijadikan sebagai rumah pemujaan setan.

Alamat Rumah Gurita Bandung

Bagi kalian yang belum tau atau ingin melihat rumah gurita tersebut lebih dekat, berikut alamatnya. Alamat: Jl. Terusan Sukadamai I No.6, Sukagalih, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40162

Percaya atau tidak tentang tempat angker rumah patung gurita itu tergantung pendapat masing-masing pribadi. Ada yang menyebutkan rumah ini memang angker, ada juga yang menyebutkan cerita yang beredar di masyarakat hanya mitos semata. sumber

Jul 20, 2020

Asal Muasal Citarum dan Penguasanya

Cerita Misteri Indonesia • Sungai Citarum selalu dituding sebagai penyebab utama terjadinya banjir di kawasan Kabupaten Bandung, juga daerah-daerah lain di sepanjang aliran sungai terbesar sekaligus terpanjang di Provinsi Jawa Barat itu. Induk sungai ini berhulu dari tujuh mata air yang berinduk dari sumber-sumber mata air lainnya yang ada di kawasan gunung-gunung besar yang berada di sekeliling kawasan Bandung.
Asal Muasal Citarum dan Penguasanya
Asal Muasal Citarum dan Penguasanya
Dari selatan ada anak sungai besar bernama Cisangkuy, dan dari utara ada anak sungai Cikapundung. Kedua anak sungai tersebut bermuara di Citarum, kawasan bekas Ibukota Bandung lama, yakni Baleendah dan Dayeuhkolot. Karena itu sangat wajar kiranya, jika pada puncaknya musim penghujan tiba, kedua titik ini dapat dipastikan akan dilanda luapan air sungai yang melimpah, alias banjir.

Tahun ini, berdasar pengakuan para penduduk perkampungan korban banjir di kedua daerah tersebut, merupakan banjir terbesar. Di samping luapan banjir yang begitu cepat, juga kawasana yang terkena banjir pun semakin luas. Rumah-rumah atau perkampungan yang biasanya tidak terkena, kini ikut terendam banjir. Bahkan jalan raya yang sengaja dibangun lebih tinggi pun, ikut pula tergenang, sehingga berdampak terputusnya arus transportasi.

Terlepas dari cerita tentang banjir, sebagaimana hasil investigasi Misteri, di balik namanya yang terkenal itu, Citarum ternyata banyak menyimpan cerita misteri yang menarik digali sekaligus diketahui. Konon, nama Citarum sebagai sebuah sungai tua sudah ada sejak zaman sebelum kota Bandung terbentuk. Bahkan, nama Citarum sudah dikenal dan sudah ada jauh tatkala kawasan Bandung masih berupa cekungan, atau sebelum terjadinya pristiwa Bandung menjadi sebuah danau raksasa, yang lebih masyhur dikenal dengan nama telaga. Ini terjadi untuk jangka waktu ratusan tahun lamanya.

Sebagaimana catatan sejarah yang dapat dibaca, bahwa konon kawasan Bandung dulunya masih berupa hutan, dengan cekungan yang ada di bawah kaki Gunung Sunda. Di bagian utara cekungan ini sejak dulunya telah dibelah oleh sebuah aliran sungai bernama Citarum, yang titik hulunya berasal dari sebuah gunung lain di kawasan selatan, dengan arah alirannya menuju ke barat hingga menembus sebuah gunung lainnya yang ada disana, sebelum akhirnya terus mengalir ke kawasan luar Bandung yang ada di sebelah barat.
Asal Muasal Citarum dan Penguasanya

Karena suatu peristiwa alam yang menghebohkan, yakni meleutusnya Gunung Sunda yang disebutkan berada di bagian utara Bandung saat ini, maka dampaknya antara lain terjadinya luapan larva, serta bebatuan-bebatuan besar. Kesemuanya itu mengalir memenuhi aliran Sungai Citarum.
Karena aliran Sungai Citarum menuju ke laut yang berada di bagian barat Pulau Jawa yang sebelumnya harus melewati terowongan sungai di bawah Gunung Sunda, oleh sebab banyaknya bebatuan yang terbawa serta limpahan larva akhirnya tersumbat. Aliran sungai yang melewati terowongan secara otomatis tertampung di antara cekungan Bandung. Karena peristiwa ini, konon, untuk sekian ratusan tahun lamanya kawasan Bandung pun terendam dan berubah menjadi sebuah danau atau telaga raksasa. Hingga pada priode ratusan tahun berikutnya sumbatan bebatuan itu kembali terkikis dan Bandung pun kembali berubah menjadi daratan yang dialiri oleh banyak sungai-sungai kecil, yang kesemuanya berinduk pada sebuah sungai besar bernama Citarum.

Kendati demikian, siapa sangka kalau Citarum yang selalu dituding sebagai pangkal penyebab banjir di kawasan Bandung itu asal muasalnya adalah dari sebuah selokan, atau setidaknya hanyalah sebuah sungai kecil yang berasal dari kawasan hutan Gunung Wayang, Pangalengan. Menurut cerita, sedikitnya ada tujuh atau lima buah sumber mata air yang kemudian mengalir membentuk Sungai Citarum. Sumber-sumber mata air itu mengalir dari sela-sela bebatuan di puncak Gunung Wayang itu kesemuanya mengalir dan tertampung pada sebuah kolam penampungan kecil yang berada di bagian kaki gunung setinggi 2181 meter diatas permukaan laut tersebut. Akhirnya air tersebut mengalir melalui selokan-selokan kecil yang membelah areal pesawahan dan perkampungan.

Namun, siapa sangka pula bahwa sumber air yang tertampung pada kolam kecil di kaki Gunung Wayang itu, sejak lama dikenal sebagai sumber air keramat. Pada setiap hari atau bulan-bulan tertentu, sumber air tersebut kerap didatangi banyak peziarah yang bertujuan mendapatkan berkah.
“Sumber air ini merupakan sumber air keramat yang ada di Gunung Wayang, di samping tempat-tempat lainnya yang berada di atas bagian gunung ini,” jelas Pak Oman (63), sesepuh setempat yang kepada Misteri.
Asal Muasal Citarum dan Penguasanya

Disampikan pula oleh Pak Oman, bahwa disamping banyak didatangi oleh para peziarah yang tujuannya bermacam-macam, sejak lama sekali kawasan Gunung Wayang telah menjadi semacam tempat wajib yang mesti diziarahi oleh mereka yang berhasrat menjadi dalang.

“Hampir semua dalang besar yang namanya kini terkenal, pasati pernah mendatangi gunung ini,” tandasnya.

Selain sumber air keramat, di kawasan ini pun terdapat sebuah makam petilasan yang dianggap sebagai bagian leluhur pegunungan gaib hulu Citarum. Makam tersebut berada tepat di sebelah kanan sumber air dan dikenali dengan sebutan Makam Eyang Dipati Ukur.
“Bisanya, setelah melakukan ritual mandi di sumber air Citarum, maka selanjutnya para peziarah pun melakukan ziarah ke makam Eyang Dipati Ukur. Mereka umumnya melakukan ritual pengukuran tongkat,” tambah Pak Oman.

Lebih lanjut kakek puluhan cucu ini menjelaskan, bahwa ritual tongkat yang dipotong sepanjang dua rentangan tangan (Sadeupa: B. Sunda) itu merupakan sibol keberuntungan. Biasanya, setelah melakukan ritual khusus peziarah akan melakukan pengukuran makam dengan tongkat tersebut. Kalau ternyata panjang makam sama dengan tongkat, maka segala permaksudan si peziarah akan tercapai. Sebaliknya, bila panjang tongkat tidak sama dengan panjang makam, maka permaksudannya masih belum saatnya terkabulkan. Uniknya, ada saja peziarah yang mengalami kejadian seperti ini. Aneh, memang. Tapi begitulah kenyataan yang terjadi.

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun Misteri, alur Sungai Citarum yang mengalir dari hulu hingga ke titik paling akhir dari kawasan Bandung, konon terbagi dalam dua alur kekuatan dimensi gaib. Dari arah hulu hingga titik tengahnya yang berada di sekitaran kawasan Daeyeuhkolot, memiliki penguasa gaib yang berwujud seekor kerbau siluman yang tanduknya yang seperti patah menggelantung ke bawah, atau dalam istilah masyarakat setempatnya disebut Munding Dongkol.
Menurut pengakuan kebanyakan masyarakat sepuh di sana, konon kemunculan kerbau jejadian ini biasanya terjadi menakala air Sungai Citarum akan meluap atau banjir. Kerbau jejadian tersebut jika kebetulan ada yang melihat penampakannya dan dia sedang berenang di tengah sungai dari arah hulu ke titik batas kekuasaannya, maka dapat dipastikan banjir besar akan berlangsung.

“Seperti pada saat akan terjadinya banjir besar akibat meluapnya Sungai Citarum pada sekitar tahun 1986 silam. Dengan mata kepala sendiri, saya sempat menyaksikan penampakkan kerbau siluman Munding Dongkol itu. Dia sedang berenang-renang di tengah sungai. Namun pada saat menjelang banjir besar sekarang saya tidak melihatnya. Mungkin ada orang lain yang sempat melihatnya,” cerita Pak Oyo (50), penduduk sebuah perkampungan di Dayeuhkolot.

Dijelaskan pula, Munding Dongkol yang biasanya muncul sebagai pertanda akan terjadinya banjir itu, yang akan terlihat cuma bagian kepalanya saja. “Dia akan nampak seperti kerbau yang tenggelam dan mengalir terbawa arus!” tandasnya.

Sementara itu, dari kawasan Dayeuhkolot hingga ke alur paling akhir, yakni di ujung paling barat kawasan Badung, konon Sungai Citarum ini memiliki penunggu gaib lainnya, yang berwujud seekor ular besar berwarna hitam dengan lingkaran putih dibagian lehernya, atau menyerupai kalung. Ular jejadian ini oleh masyarakat setempat dikenali dengan sebutan Raden Kalung. Penamaan ini konon karena asal muasal si ular merupakan seorang putera bupati yang sempat mengawini perempuan dari bangsa jin.

Raden Kalung menjadi penguasa gaib Sungai Citarum konon tidak lain adalah atas perintah ayahandanya sendiri.

“Raden Kalung itu merupakan penunggu sungai yang baik, karena biasanya dia akan membantu menolong orang-orang yang tenggelam di sungai. Terutamanya adalah mereka yang memiliki hubungan saudara dengannya, ” cerita Mardiyah (65), seorang ibu yang ditemui Misteri dan ditinggal di sebuah perkampungan tepian Citarum.

Lebih lanjut dijelaskan oleh wanita tua yang juga mengaku memiliki hubungan keturunan dengan sosok Raden Kalung ini, bahwa konon wujud sebenarnya dari ular jadi-jadian itu ialah bagian kepalanya merupakan kepala manusia. Persisnya kepala seorang laki-laki berwajah tampan.
Mengiringi cerita terjadinya banjir besar yang melanda kawasan Bandung tahun ini, warga di beberapa perkampungan yang ada di dua kecamatan berbeda, yakni Baleendah dan Dayeuhkolot, dalam selang waktu yang berbeda pula, sempat dihebohkan oleh sebuah kejadian aneh. Ketika air Sungai Citarum itu meluap hingga menggenangi daratan, warga di kedua perkampungan tersebut dikabarkan sempat mendapat dua ekor ular berukuran yang sangat besar. Ular tersebut berjenis sanca kembang dengan ukuran panujang sekitar enam meteran.

Keanehan ular tersebut hingga kini masih menjadi cerita dan tanda tanya yang belum terjawab. Diceritakan, setelah kedua ular tersebut berhasil di tangkap secara beramai-ramai oleh masing-masing warga di kedua kampung tadi, esok paginya kedua hewan itu sama-sama hilang dari kandangnya. Padahal, kedua ular tersebut disimpan dalam sebuah tempat berupa peti dari kayu yang besar dan siangnya sempat menjadi tontonan di tengah bajir. Yang tak kalah aneh, peti tempat penyimpanannya masih dalam keadaan utuh.

Apakah kedua ekor ular itu merupakan sosok gaib yang menjadi bagian dari penunggu Sungai Citarum? Atau jangan-jangan hewan itu merupakan perwujudan dari penguasa gaib bernama Raden Kalung? Sungguh sebuah pertanyaan menggelitik yang selamanya selalu menarik untuk terus diterlusuri.

BOKS:
CITARUM
DI ZAMAN TARUMANEGARA

Situs Batujaya Karawang diduga merupakan sisa-sisa peninggalan dari Kerajaan Tarumanagara. Demikian juga dengan situs candi yang ditemukan di daerah Bojongmenje Rancaekek, Kabupaten Bandung. Makna kedua temuan ini bagi masyarakat Jawa Barat merupakan suatu hal yang sangat berarti untuk memperjelas keberadaan orang-orang Sunda dalam pentas sejarah di Pulau Jawa pada masa klasik, yaitu masa sebelum pengaruh Islam masuk dan berkembang.

Temuan Candi di Batujaya Karawang erat kaitannya dengan Prasasti Tugu, yaitu prasasti yang terdapat di Desa Tugu, dekat Tanjung Priok. Dalam Prasasti Tugu tersebut dinyatakan bahwa Raja Purnawarman memerintahkan untuk menggali dua kanal, yaitu Candrabaga dan Gomati, di mana kedua kanal tersebut alirannya terlebih dahulu dibelokkan ke sekitar istananya dan kemudian dialirkan kembali ke muara.

Panjangnya kanal tersebut setelah digali sejauh 6.122 tumbak, oleh Prof. Dr. Poerbatjaraka diperkirakan panjangnya 11 km. Jika perkiraan Purbatjaraka ini digunakan sebagai patokan dalam menelusuri bekas reruntuhan keraton Tarumanegara, maka situs Batujaya tersebut merupakan lokasi yang paling tepat untuk diasumsikan sebagai lokasi bekas keraton Raja Purnawarman. Ini karena jarak antara lokasi situs dengan Muara Bendera (tempat terpecahnya aliran sungai Citarum menjadi dua, yaitu yang menuju Muara Pakis dan yang menuju Muara Gembong) berjarak sekitar 11 kilometer. Perkampungan yang terletak antara dua pecahan aliran Sungai Citarum sampai bibir Pantai Pakis dan Muara Gembong merupakan sebuah delta yang terus mengalami pendangkalan akibat kegiatan sedimentasi yang dibawa oleh aliran Sungai Citarum.

Dugaan bahwa pantai purba tempat bermuaranya kanal Candrabaga dan Gomati yang digali oleh Raja Purnawarman terletak di Muara Bendera, berdasarkan pada kegiatan sedimentasi sungai yang terjadi pada aliran Sungai Citarum. Dari arah hulu, aliran sungai membawa sumber-sumber endapan seperti sampah dan lumpur yang kemudian membentuk delta pada Muara Bendera tersebut. Akibat sedimentasi yang terus menerus tersebut, telah memperbesar areal delta dan memecah aliran Sungai Citarum menjadi dua, yaitu yang menuju Muara Pakis dan yang menuju Muara Gembong.
Jarak antara Muara Bendera ke Muara Pakis sekarang sekitar 12 km dan yang menuju Muara Gembong kira-kira berjarak 15 km. Penelitian geologi di daerah sekitar Muara Bendera mungkin akan memberikan jawaban yang lebih akurat tentang dugaan letak muara purba seperti yang tertulis dalam Prasasti Tugu. sumber facebook

Jun 27, 2020

Cerita Jalan Angker Gunung Cilik

Cerita Misteri Indonesia • Cerita Jalan Angker Gunung Cilik - Pasti pernah denger dong "jalan angker" di sekitarmu? Mau di deket rumah, deket sekolah atau kantor, pasti ada aja kisah jalanan yang dianggap angker oleh warga sekitar.

Seperti kisah salah satu akun di Kaskus ini nih bernama Mantabsoull. Lewat akun itu, si pemilik membagikan sebuah kisah horror setahun lalu, tepatnya 12 April 2018 lalu.

Cerita Jalan Angker Guning Cilik

Konon, katanya kisah ini terjadi lama sebelum ibunya menikah. Saat itu, si Ibu masih tinggal di sebuah desa yang tak diberitahu lokasinya.

Namanya desa, pasti ada dong budaya atau adat khas yang masih dilestarikan biar nggak kemakan zaman.

Nah, di desa ibu si pemilik akun ini dulu ada pertunjukan kuda lumping yang masih populer banget.

Dari muda sampe yang tua, mau dari latar belakang apapun, semua kumpul dan nonton pertunjukkan kuda lumping di desa itu.

Ceritanya, Ibu dan adiknya waktu itu jadi salah satu penonton pertunjukan kuda lumping malam itu.

Acara berlangsung meriah, banyak warga yang datang dan terhibur menyaksikannya. Tapi tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat. Hingga akhirnya malam semakin larut.

Sehingga, Ibu dan tantenya itu memutuskan untuk pulang meski pertunjukan masih panjang.

Berbekal sepeda motor lawas, kedua wanita itu melawan dinginnya malam dan kabut yang menutup jalan.

"Mbak, aku tahu jalan yang cepat!" kata si Tante yang menyetir.

"Terserah deh yang penting cepat sampai, daripada di marahin sama Ibu," kata Ibu dengan logat bahasa jawa.

Akhirnya keduanya memutuskan untuk memilih jalan pintas itu.

Di simpangan jalan, Bibi memutuskan ambil jalan pintas yang dianggapnya bakal lebih cepat sampai ke rumah.

Ternyata, jalan yang mereka ambil adalah jalan yang gelap dan penuh semak-semak di sisi kiri dan kanan jalan.

Jalan pintas yang dipilih ternyata membuat Ibunya merinding. Baru masuk jalan ini aja, si Ibu katanya udah menelan ludah sambil melihat pohon di sekelilingnya.

"Lewat sini aman gak?" tanya si Ibu.

"Sudah, bismillah aja, Mbak" jawab Bibi percaya diri.

Nggak lama, baru beberapa meter masuk dari simpang tadi, telinga Ibu berdenging.

Udara dinginnya malam dan sunyinya suasana kala itu makin membuat Ibunya terus memandangi semak di sebelah kiri nya. Seperti ada hal yang mengganjal dari semak-semak itu.

Cerita Jalan Angker Guning Cilik

Kondisi jalan yang kurang bagus dan kabut yanh cukup tebal membuat si Bibi harus mengendarai motor dengan pelan dan hati-hati.

Saat lampu motor menyapu jalanan, tampak sesuatu di depan mereka.

Sebuah benda yang lebih besar daripada kambing tapi lebih kecil dari sapi.

Makin lama keduanya makin mendekat. Tiba-tiba benda itu bergerak saat motor hanya berjarak beberapa meter di depannya.

Ternyata, sosok seorang nenek tua berambut putih dengan mata menyala muncul di hadapan mereka.

Tanpa selembar kain di tubuhnya, sang nenek berjalan merayap seperti seekor laba-laba.

"Lihat!!" teriak Ibu.

Melihatnya, si Bibi langsung meninjak rem dan motor pun berhenti.

"Ada apa toh mbak?!" kata Bibi kesal.

"Tadi ada yang nyebrang" jawab si Ibu.

"Mana Mbak? Aku gak lihat apa-apa" balas Bibi.

Jawaban si adik pun makin membuat Ibunya kebingungan.

"Iya, tadi dia nyebrang masuk ke semak yang di kiri" timpal Ibu.

Merinding mendengar perkataan si kakak, Bibi langsung tancap gas kencang-kencang tanpa peduli kondisi jalan malam itu.

Untungnya keduanya selamat sampai di rumah orang tua mereka.

"Kalian ini kok pulang malam banget?!" kata sang Nenek yang telah menunggu Ibu dan Bibi.

"Hah? Jam berapa toh Buk?" sahut Bibi ke Nenek.

"Lha lihat itu sudah jam 2 malam" jawab Nenek.

"Hah?!!" keduanya pun terkejut.

Ibu pun menceritakan soal jalanan yang mereka tempuh untuk sampai ke rumah malam itu.

"Owalah dasar gila! Ngapain kalian lewat situ? Untung bisa pulang!" kata Nenek.

"Lha kenapa toh Buk?" tanya Ibu.

Ternyata, konon jalan itu dikenal dengan "Gunung Cilik" atau gunung kecil.

Maksudnya, jalan itu adalah jalanan melewati bukit yang kiri nya merupakan turunan atau biasa disebut jurang kecil.

Jelas aja jalur itu jarang dilewati orang, bahkan di hari tertentu nggak boleh ada yang melintas. Ngerinya lagi, ternyata jalan itu sering jadi jalur iring-iringan jenazah!

Iring-iringan itu selalu mucul dari ujung dan menghilang tiba-tiba ketika mendekati simpangan. Hiiii.

Tapi katanya sih, kalau nekat mau lewat sebaiknya bunyikan klakson guna untuk menghentikan nenek-nenek yang mau menyebrang. Kaya apa yang ditemui Ibu dan Bibi nya itu, guys.

Bahkan katanya sering juga ada kecelakaan, baik riingan sampai parah semua pernah kejadian di sana.

Rata-rata, pengguna jalan yang apes itu nggak bisa mengendalikan kendaraannya. Sering juga terdengar suara orang menggumam dengan nada seperti berdoa alias komat-kamit.

Duh, kalau udah denger yang kaya begitu, pengendara katanya harus banget segera keluar jalur itu. Atau nggak, ya nasibnya akan sama seperti pengguna jalan yang sial lainnya. sumber 

Jun 25, 2020

Saya Berbicara Dengan Jin Yang Menyerupai Manusia

Cerita Misteri Indonesia • Dia duduk cukup lama bersama seseorang yang dia pikir adalah temannya, tanpa menyadari bahwa di sebelahnya hanya ada jin menyerupai manusia.

Guru Fisika kami tidak lagi hadir. Kelas ramai, semua sibuk mengobrol keras-keras. Aku mencolek Riana yang duduk di hadapanku agar dia menoleh dan kami berhadapan.

Saya Berbicara Dengan Jin Yang Menyerupai Manusia

Riana terkenal punya segudang cerita seru untuk dibagikan, mulai dari yang lucu hingga yang seram. Aku berkata padanya, “Kemarin kamu bilang, ada cerita mengerikan. Kasih tahu, dong.”

Sedetik saja, dia langsung bersemangat. Kata Riana, kejadian ini menimpa saudara jauhnya yang bernama Budi. Riana bilang, Budi sudah kuliah dan sekarang sedang berada di tahun keduanya.

Peristiwa ini terjadinya baru minggu lalu, saat Budi diundang ke acara perayaan komunitas yang dia ikuti di kampus. Setelah melalui musyawarah panjang, komunitas Budi sepakat mengadakan acara bakar-bakar ikan bersama di rumah salah seorang dari mereka. Tentu saja, acara ini digadang-gadang bakal seru dan menyenangkan—sama sekali tak terpikir akan terjadi hal yang aneh, misalnya hal-hal seperti… jin menyerupai manusia.

Sampai di lokasi, seluruh anggota komunitas mulai berbagi tugas. Ada yang membersihkan ikan, menumis sayuran tambahan, membuat saus kecap, menyiapkan peralatan untuk bakaran, membuat minum, bahkan sekadar duduk-duduk dan bernyanyi untuk menghibur semua orang yang sedang bekerja.

“Budi masuk ke dapur dan membuat minuman untuk 30 orang kawannya,” kata Riana.

Selama Budi di dapur, ia bisa mendengar seluruh temannya berbincang sambil bekerja. Ia bahkan melihat dari balik jendela yang menghadap ke arah taman bahwa seorang temannya, Dino, sedang bermain gitar sambil tertawa-tawa dengan seseorang—tapi sayangnya, Budi tak bisa melihatnya dengan jelas karena tertutup badan Dino yang cukup gempal.

Setelah gelas terakhir diisi sirup jeruk, Budi mulai mengangkut gelas di atas baki dan bermaksud meletakkannya di atas meja di taman—di dekat Dino. Saat pintu taman dibuka, betapa kagetnya Budi ketika tiba-tiba Dino berteriak keras sekali.

Baca juga:  Diganggu Kuntilanak Saat Akan Salat Subuh Berjamaah
“Loooooh!!! Heeeeeh!!!”

Dino menoleh ke sampingnya sekali, lalu kembali melihat Budi. Ia mengulangnya berkali-kali dengan raut muka ketakutan. Gelas di tangan Budi kini masih bergoyang-goyang karena tadi ia pun terkejut mendengar teriakan Dino.

“Apaan sih?!” seru Budi kesal, sambil meletakkan baki penuh gelas ke atas meja. Kali ini, dia berkacak pinggang pada Dino yang sudah pucat pasi.

“Ka-kamu kok di situ??? Kamu kok dateng dari dalem???”

Budi keheranan, “Ya daritadi aku di dapur, bikin minum. Kenapa, sih?”

Dino menelan ludah, “Ta-tadi… Daritadi aku di sini gitaran juga sama kamu.”

Semua orang yang masih bekerja di dalam maupun di sisi lain taman kini mulai berhenti dan mendengarkan.

“Ja-jadi tadi aku mau gitaran biar ada musik. Aku ambil gitar dan duduk di sini, terus ditemenin sama… kamu.”

“Tapi,” sahut Budi, “aku daritadi langsung masuk dapur untuk bikin minum. Sumpah.”

“Aku tadi sama Budi di dapur, kok. Tadi juga aku bantuin buka pintu dapur pas Budi keluar bawa minum,” celetuk Tari, salah seorang teman Budi yang tadi sibuk memotong seledri di dekat pintu dapur.

Dino kian pucat, apalagi setelah Fani—teman mereka yang sedang memasang alat bakaran di taman—berkata pula, “Tapi Dino juga nggak bohong. Tadi aku pun lihat Dino gitaran sama Budi. Tapi aku nggak terlalu merhatiin lagi karena sibuk masang ini.”

“Dan dia bertingkah persis seperti kamu,” tambah Dino yang masih kelihatan shock, “termasuk cara bicara, merespons, sampai bercanda garing yang kelewat absurd itu. Aku nggak tahu kalau dia… kalau dia… cuma jin menyerupai manusia.”

Baca juga:  Penunggu Asrama Mahasiswa yang Tidur di Sebelahmu Diam-Diam
Orang-orang masih diam dan lama-lama suasana terasa sedikit mengerikan. Dino memutuskan untuk membereskan gitarnya dan mulai membantu Fani. Budi masih keheranan kenapa dari 30-an orang yang ada di sana, justru dirinyalah yang dipilih untuk diserupai oleh jin.

Riana mengakhiri ceritanya dengan ekspresi yang seakan-akan berkata “gimana-ngeri-kan”. Aku bergidik, membayangkan betapa takutnya aku kalau ada di posisi Dino.

“Sebentar, aku mau ke kamar mandi,” celetuk Riana. Bercerita rupanya membuatnya ingin menuntaskan hasrat ke toilet. Aku mengangguk dan masih mencerna cerita tadi di kepalaku.

Kenapa, ya, ada jin menyerupai manusia? Apa yang dicari oleh jin itu? Apakah Budi tanpa sengaja mengusik keberadaan jin tadi, sampai-sampai badannya ditiru dan menjadi kisah horor tanpa sengaja?

Riana kembali dari toilet. Wajahnya berseri-seri.

“Tebak, aku baru bertemu siapa?” ujarnya. Aku tidak menjawab, justru memberondongnya dengan pertanyaan, “Memangnya kenapa, sih, ada jin menyerupai manusia? Jangan-jangan Budi memang mengganggu mereka, ya?”

“Whoa, whoa, tunggu dulu, apa maksudmu?” Riana kebingungan. Ekspresinya berubah tak paham.

“Itu, loh, ceritamu yang tadi, soal jin menyerupai manusia yang Budi alami.”

Riana masih mengerjapkan matanya. Lalu katanya, “Aku tidak cerita apa-apa. Aku baru kembali dari toilet daritadi.”

“Kamu kan pamit ke toilet setelah selesai cerita,” kataku tak sabar, “jadi jangan…”

Omonganku terputus mendadak. Aku baru ingat bahwa sebelum aku mencolek Riana, aku sudah dipamiti Riana untuk pergi ke toilet. Aku tidak melihatnya datang kembali ke kelas, tapi tiba-tiba Riana sudah duduk kembali di kursinya.

“Kamu tidak bercerita? Soal Budi?”

Riana menggeleng dan berkata, “Aku bahkan tidak tahu Budi itu siapa. Jangan ngaco. sumber mojok.co

Mendadak, siang itu jam sekolah terasa panjang bagiku. 

Jun 15, 2020

Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Cerita Misteri Indonesia • Cerita seram akhir-akhir ini kembali populer di Indonesia, terutama di media sosial Twitter. Indonesia memang nggak hanya terkenal dengan budayanya saja lho. Banyak cerita populer seram Indonesia yang seru banget buat kita bahas bareng-bareng.

Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Berikut ini adalah 6 cerita horor terpopuler Indonesia yang pernah menjadi viral pada masanya. Kalo kamu orang yang pemberani, cerita horor ini pas banget buat mengisi waktu luangmu di malam Jumat. Hihihi!

1. "Rumah Eyang Jogja" sempat jadi viral di YouTube setelah dibahas oleh Raditya Dika

Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Pada pertengahan 2018 lalu, channel milik Youtuber Raditya Dika sempat menjadi trending topic, karena pembahasan mengenai kisah rumah eyang di Jogja. Pengalaman tersebut adalah pengalaman Radit yang saat itu menginap di rumah milik nenek temannya yang bernama Mister.

Ternyata, rumah yang ditinggali oleh teman semasa kuliahnya itu menyimpan banyak keganjilan. Radit mendengar suara pintu yang diketuk berkali-kali dari arah pintu. Nggak hanya itu, sang teman juga sering melihat lemari yang bergerak sendiri dan penampakan makhluk gaib.

2. Saat ini kisah "KKN di Desa Penari" tengah menjadi perbincangan netizen


Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Inilah 6 Cerita Horor Populer Terseram Indonesia, Berani Baca? | image source : Twitter/ SimpleMan
Cerita hantu KKN yang terjadi di Jawa Timur pada tahun 20o9 memang berhasil membuat banyak orang menjadi merinding dan ketakutan. Kisah ini bercerita tentang sekelompok mahasiswa bernama Bima, Ayu, Widya, Nur, Wahyu dan Anton. Mereka harus menjalani tugas KKN di Desa Penari yang terletak di dalam hutan.

Dalam cerita ini, terdapat sosok jin yang bernama Badarawuhi sang sosok penari. Badarawuhi dipercaya menempel pada sosok Widya dan berhasil mempengaruhi sosok Bima dan Ayu sehingga terjebak pada perbuatan yang tak seharusnya. Kisah ini berakhir dengan tragis karena kejadian meninggalnya sosok Bima dan Ayu beberapa bulan kemudian. Banyak terdapat versi cerita hantu KKN ini di antaranya cerita lengkap KKN Desa Penari Jawa Timur versi Nur yang dicari para netizen.

Sticker hantu terlaris, buat dekorasi anti maenstream mobilmu!

3. Kisah "Bus Hantu Bekasi-Bandung" buat beberapa orang was-was kalo naik bus di malam hari


Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Inilah 6 Cerita Horor Populer Terseram Indonesia, Berani Baca? | image source : Instgram/@hebosto
Beberapa bulan yang lalu, akun Instagram milik Habibi bernama @hebosto menjadi perbincangan publik. Lewat insta-story, ia menceritakan pengalaman mistisnya yang menaiki bus hantu rute Bekasi-Bandung.

Kecurigaan Habibi bermula pada saat dirinya tak kunjung ditagih ongkos naik bus oleh sang kondektur. Ia semakin ketakutan ketika melihat beberapa hal janggal terjadi. Dirinya melihat penumpang lain berwajah pucat dan hanya terdiam serta tidak menanggapi pertanyaan yang sempat ia lontarkan. Belum lagi bus yang ia naiki adalah bus tua yang di dalamnya terdapat kemasan minuman jadul yang sudah tidak diproduksi lagi.

Pada akhirnya, Habibi berhasil turun dari dalam bus tersebut. Sekujur badannya terasa gatal dan sulit hilang selama berhari-hari. Walaupun begitu, ia bersyukur karena berhasil turun dan selamat dari bus menyeramkan itu.

4. Siapa nih yang takut naik kereta gara-gara cerita "Kereta Hantu Manggarai"?


Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Inilah 6 Cerita Horor Populer Terseram Indonesia, Berani Baca? | image source : kabarpenumpang.com
Kisah menyeramkan juga sempat terjadi tepatnya di stasiun Manggarai. Cerita seram di lintasan kereta Manggarai ternyata nggak hanya dialami satu orang saja. Seorang penjaga perlintasan palang pintu melihat kereta 4 gerbong yang tak disertai lampu melintas. Padahal, ia yakin seharusnya saat itu sudah tidak ada lagi jadwal kereta lewat karena jam telah menunjukan pukul 4 pagi.

Selain itu, seorang mahasiswa juga mengakui pernah menaiki kereta pada malam hari di luar jadwal kereta melintas. Pemuda itu mengaku bahwa ia melihat semua penumpang berwajah pucat dan melihat koran terbitan tahun 1950-an yang tak bisa diterima nalar.

5. Cerita "Hantu Mister Gepeng" lekat dengan kisah horor viral masa kecil generasi 90-an


Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Inilah 6 Cerita Horor Populer Terseram Indonesia, Berani Baca? | image source : tribunnews.com
Kisah Mister Gepeng diawali dengan kisah seorang pria yang meninggal karena kecelakaan lift dan membuat badannya menjadi gepeng. Konon katanya Mister Gepeng muncul di toilet wanita seperti toilet sekolah, kampus, bahkan toilet umum.

Banyak Mitos yang beredar tentang cerita ini. Konon Mister Gepeng bisa memberikan kamu banyak uang dengan menelepon 7777777. Nomer tersebut diyakini adalah nomer telepon Mister Gepeng. Wah ada-ada aja ya Jakmallers!

6. Saking populernya, pada tahun 2006 "Hantu Jeruk Purut" diangkat ke film layar lebar


Merinding! 6 Cerita Horor Terseram Populer Indonesia

Inilah 6 Cerita Horor Populer Terseram Indonesia, Berani Baca? | image source : womantalk.com
Siapa nih yang pernah nonton film 'Hantu Jeruk Purut'? Kalo iya, pasti kamu nggak asing lagi dong dengan sosok hantu tanpa kepala yang berkeliaran di sekitar pemakaman pada malam hari.

Ternyata film tersebut terinsiprasi pada cerita hantu nyata. Cerita horor itu dialami oleh para penjaga makam yang mengakui pernah mengalami keganjilan. Salah satu penjaga makam mengakui pernah melihat sosok pastor tanpa kepala berjalan mencari makamnya di tahun 1986.

Itulah 6 kisah cerita seram populer di Indonesia yang sempat menjadi trending topic pada masanya. Sebagian ada yang mempercayai cerita tersebut, tetapi sebagian lagi ada yang menganggap jika itu hanya sekedar imajinasi atau cerita fiksi. Menurutmu mana hantu paling seram dalam kumpulan cerita seram dan menakutkan di atas? sumber :jakmall.com

Dec 5, 2018

Kisah Horor Lantai Berdarah SMA Tugu Malang

duamisteri.com - Kalau Surabaya terkenal dengan legenda Rumah Hantu Darmo, Semarang dengan misteri Lawang Sewunya, Malang pun punya satu cerita horor yang begitu melegenda. Kamu yang arek Malang asli atau pernah singgah beberapa saat di Malang, pasti pernah sesekali mendengar soal cerita yang satu ini. SMA Tugu, sebuah komplek SMA yang terdiri dari SMA 1, SMA 3, dan SMA 4 Negeri Malang ini menyimpan banyak misteri. Penasaran dong, cerita horror apa aja yang terjadi di sekolah ini? Yuk simak, ati-ati di jendela kamaren.


Gedung SMA Tugu ini emang udah tua banget. Dulu, pas masa kolonial Belanda, gedung ini sudah ada dan digunakan sebagai sekolah HBS dan AMS. Eh sebentar, kamu pernah sekolah di sana?

Gedung ini dirancang oleh Ir. W. Lemei dari Landsegebouwendienst (Jawatan Gedung Negara) Jawa Timur dan selesai dibangun pada tahun 1931. HBS (Hoogere Burger School) secara harfiah adalah Sekolah Tinggi Warga Negara, yaitu Sekolah Menengah Belanda. Sedangkan AMS (Algemeene Middelbare School) merupakan Sekolah Menengah Umum. Nah sekarang, gedung itu digunakan sebagai SMA Negeri 1, 3, dan 4 Malang. Tiga gedung SMA ini disebut SMA Tugu lantaran terletak di Jalan Tugu. Posisinya begitu strategis, yaitu di sekitar Alun-Alun Bunder yang merupakan pusat pemerintahan Malang yang baru. Bangunannya menghadap ke arah lapangan Jan Pieterzoon Coen. Pembangunan gedung ini hampir bersamaan waktunya dengan pembangunan balaikota Malang.

Kisah Horor Lantai Berdarah SMA Tugu Malang

Dan karena tidak ingin terkesan sebagai bangunan yang menyaingi balaikota, maka bentuk keseluruhan dari sekolah ini dibuat dengan karakter seperti villa. Villa sendiri identik dengan beragam mistisnya, jadi ya kamu nggak heran kan ya? Hihiii… Di kompleks gedung ini, ada ruang-ruang yang dulu bisa dipakai secara bersamaan oleh kedua sekolah. Sekarang pun masih nggak jauh beda. Secara keseluruhan, gedung yang dibangun tahun 1930-an ini termasuk arsitektur kolonial modern. Bangunan lama sih, jadi penghuninya ya masih lama.


Misteri pertama yang paling melegenda dari SMA Tugu ialah tentang lantai berdarah. Meski ubin diganti berkali-kali, darah itu datang lagi dan lagi

Ya, inilah cerita paling populer dari kompleks SMA favorit di Malang. Di SMA Tugu yang merupakan gedung bangunan lama ini digunakan ubin berwarna kuning yang anehnya dihiasi bercak merah, mulai merah jelas hingga kecoklatan. Di tempat yang tidak teratur. Konon, walau ubin dengan bercak darah itu ditukar, akan terus nampak bercaknya. Meski diganti ubin baru sekalipun, bercak darah itu akan kembali muncul. Parahnya, mereka yang berupaya mengganti kerap jatuh sakit serta kesurupan. Apa nggak ngeri?
Salah satu cerita pemicu dari lantai berdarah ini yaitu, dulunya SMA Tugu dijadikan sebagai tempat penyiksaan tentara masa perjuangan. Kalau kamu iseng main ke sana, carilah ubin dengan bercak-bercak darah di lorong-lorong sekolahnya. Kali nyalimu kebanyakan gitu kan.

Dari satu tempat angker, pasti ada satu spot yang paling angker. Itulah aula Tugu yang jadi titik temu tiga warga di sekolah ini. Kabarnya di sini ada tentara tanpa kepala lho

Aula ini awalnya juga punya lantai dengan bercak darah, tapi sekarang sudah ditukar dengan lantai kayu dengan dasaran pasir yang sengaja berguna untuk menghindari bercak darah yang nampak. Dulu ceritanya, di lokasi Tugu ini pernah mengalami kebakaran hebat, dan SMA Tugu jadi salah satu tempat yang selamat. Setelah itulah, dan katanya sih sesekali masih hingga saat ini, penampakan barisan tentara Jepang tanpa kepala yang berjalan baris gitu saat malam hari. Hingga akhirnya membuat aula Tugu dilarang dikunjungi waktu malam. Apa kamu masih berani bertandang?

Ada pula terowongan mistis yang sering disebut terowongan hantu dan sudah berusaha tak digubris lagi saat ini. Pernah ada cerita dari dua siswanya juga sih yang “pemberani” masuk kemari

Kisah Horor Lantai Berdarah SMA Tugu Malang

Kompleks SMA Tugu Malang ini dulunya menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia. Di sini pula disebut punya beberapa titik terowongan yang digunakan sebagai jalur darurat, ya jalur pelarian gitu deh. Sampai sekarang, terowongan ini masih dipercaya dan masih berdiri dengan kokohnya, tapi fungsinya sudah beda.
Kalau dulu dipakai sebagai jalur darurat, sekarang malah hanya disebut sebagai terowongan hantu. Dulu tuh pernah ada dua orang siswa yang memberanikan diri memasukinya. Tapi, aksi tersebut berakhir dengan kisah tragis. Siswa pertama jadi histeris setelah tak lama masuk terowongan, dan siswa yang satunya lagi sempat dikatakan hilang dan baru dua minggu kemudian ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Menurutmu, apa ini akibat dari teror hantu? Hmmm mungkin~

Cerita soal hantu balas dendam yang dialami peserta pecinta alam pun masih santer dikisahkan hingga sekarang, pun begitu dengan diklat horor paskibrakanya

Kisah Horor Lantai Berdarah SMA Tugu Malang

Dulu ada sekelompok siswa yang mengikuti kegiatan Pecinta Alam dan menginap di markas yang ada di SMA 1 untuk merayakan kelulusan. Karena mabuk, mereka malah membakar beberapa bangku di kelas IPA yang terletak di lantai dua. Dan selama seminggu, sekitar 7-8 anak mengalami kecelakaan parah hingga patah kaki. Beberapa orang percaya, kejadian itu terjadi lantaran “penunggu” SMA 1 membalas dendan karena sempat merasa terganggu.
Setelahnya, ada pula diklat horor yang dialami tim paskibraka. Salah satu agenda diklat yaitu berkeliling sekolah saat malam dengan membawa satu lilin serta tiga batang korek api. Calon anggota paskibra mesti naik ke lantai dua sendiri dan masuk ke salah satu kelas. Salah seorang siswa mengaku, saat naik ke lantai dua mendengar teriakan menyayat yang penuh rasa takut dari seorang siswa perempuan. Padahal, pas dicek ke lantai dua ya nggak ada siapa-siapa. Nggak tahu sih, sampai sekarang mereka masih berani ngadain acara pas malem hari apa enggak kalau pernah begini.
Sebenernya nggak berhenti sampai di situ aja rumor mengerikan mengenai SMA Tugu ini, masih ada cerita pocong di lantai dua SMA 1, betapa mistisnya ruangan PMR milik SMA 3, mushola di SMA 3 pun tak luput dari cerita hantu, tragedi ketua OSIS SMA 1 yang bertemu hantu tanpa kepala, dan lain sebagainya. Terlepas dari apapun itu, SMA Tugu tetap jadi sekolah favorit kok di kota Malang. Kalau nggak percaya, mbok kamu mampir ke sini kapan-kapan.(sumber:https://www.hipwee.com/travel/simak-kisah-horor-yang-legendaris-di-sma-tugu-arek-malang-masa-nggak-tahu/)

Jul 22, 2017

Misteri Negeri Siluman Garut Jawa Barat


Duamisteri.com - Cerita ini berkisah Tentang Misteri Negri Siluman sebuah perkampungan yang dimana masih sangat terselimuti keangkeran dan hawa mistis, ada sebuah negeri siluman dan cerita ini berasal dari Penduduk yang tinggal di daerah sekitar negri siluman tersebut, Entah Cerita ini kenyataan atau tidak , tetapi area tersebut memang pantas untuk kita hindari, apalagi di saat saat sepi atau menjelang malam hari.

Jan 24, 2017

Foto Penampakan Ketika 2 Sisiwi Sedang Berfose di Toilet


Duamisteri.com - Banyak sekali kegiatan seorang pelajar ketika pada saat itu jam kosong atau jam yang dimana pada saat itu seorang guru tidak dapat mengisi jam pelajaran tersebut. Kamu pasti pernah merasakan hal seperti ini kan, pada saat kamu di kelas namun jam pelajaran tersebut kosong karena guru yang bersangkutan tidak masuk atau ada rapat.

Anda pasti jingkrak-jingkrak dan mencari permainan atau menyibukan diri dengan berbagai cara, kalau saya sendiri untuk mengisi jam kosong tersebut biasa nya mencari sebuah tempat yang enak untuk tidur, daripada sibuk tidak jelas mendingan tidur hitung-hitung merehatkan mata, kalau anda ngapain?.

Kalau wanita baisa nya dengan ada nya jam kosong tersebut banyak sekali cara untuk mengisi nya, mulai dari bermakeup, mendengarkan musik, dan berfoto-foto bersama teman-teman nya. namun kejadian menakutkan dialami dua siswa ini karena pada saat berfoto dengan teman nya ada sesuatu kejadian yang menakutkan.

Terlihat ada dua orang siswi yang satu menggunakan topi, menggunakan kacamata dan memegang seperti sapu tangan di tangan kiri nya, serta siswi yang satu nya nampak tersenyum kepada kamera dan mereka berdua menggunakan seragam yang sama.

Namun apakah kamu melihat ke anehan atau kejanggalan dalam foto tersebut. Mungkin si pemoto tidak menyadari penampakan yang sedang terjadi, kalau sadar bahwa ada penampakan mungkin mereka akan berlari terbirit-birit.

Diketahui kalau lokasi pengambilan foto ini merupakan lokasi paling favorit ketika sekolah, yaitu di kamar mandi tau toilet sekolah. Tempat ini mungkin menjadi salah satu tempat favorit para siswi atau siswa ketika tidak ada guru karena disitu kadang ramai para siswi dan siswa duduk-duduk. Ketika ada seorang guru yang menghampiri tinggal berasalan habis ke toilet.

Dan berikut ini adalah foto-foto yang ada penampakan nya tersebut, benar atau tidak penampakan ini belum diketahui yang pasti sangat menyeramkan.

BACA JUGA : Sejarah Rumah Patung Gurita Bandung ( GEREJA SETAN )