Aug 17, 2021

Villa Merah Jerman Cukul Pangalengan Bandung

Pangalengan menjadi sebuah kawasan di Bandung selatan yang kaya akan wisata alamnya. Ketika para wisatawan berkunjung dan menginjakan kaki di kawasan wisata alam pangalengan. Udara sejuk dengan panorama alam yang menakjubkan siap menyambut kedatangan kalian.

Keindahan hamparan wisata kebun teh hijau yang begitu luas, membuat penglihatan semakin jelas. Di pangalengan juga, terdapat wisata yang menyuguhkan keindahan sunrise dan sunset.

Apabila kalian ingin menghabiskan waktu yang panjang untuk berjelajah di kawasan Pangalengan. Pastinya kalian memerlukan sebuah penginapan untuk beristirahat. Dan melanjutkan esok harinya untuk berkunjung dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya. 

Terdapat banyak penginapan bertema homestay, villa, hotel, dll. Atau kalian bisa juga mencari penginapan di Bandung bagian kota, sekalian menikmati wisata malam kota kembang.

Membahas nama villa, jika kalian berkunjung ke pangalengan. Ada sebuah villa angker bernama Villa Merah Jerman yang konon katanya angker. Villa angker ini diberi nama villa jerman, karena keberadaannya di perkebunan teh dengan arsitektur jerman.

Villa Jerman atau sering disebut dengan villa merah cukul, memang menarik perhatian banyak orang. Lokasinya berada di perkebunan teh cukul pangalengan dengan danau kecil yang elok.

Cerita Misteri Villa Merah Jerman

Cerita yang beredar luas di masyarakat mengatakan bahwa villa ini merupakan sebuah saksi bisu tragedi pembunuhan. Bahkan banyak yang menuturkan, korban pembunuhan tersebut gentayangan dan sering menampakan di area sekitar villa.

Keangkeran lainnya, di villa jerman ini. Pada malam hari sering ada suara musik, bahkan suara musik tersebut baru berhenti ketika subuh menjelang.

Saya sendiri tidak tahu, akan sebuah tragedi di villa jerman ini. Yang pasti, villa jerman memiliki sebutan villa merah. Karena darah korban berceceran di lantai, sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai villa merah jerman.

"Dan katanya kasus pembunuhan Villa Merah Jerman tidak pernah terungkap. Sehingga membuat villa ini menjadi penuh misteri".

Mungkin ada sebagian wisatawan yang menyayangkan ketika datang kesini. Karena kita tidak bisa ke area sekitar halaman. Namun pengunjung bisa melihat dan mengambil gambarnya dari kejauhan.

Tempat Wisata Sekitar Villa Jerman

Apabila kalian ingin mengunjungi tempat wisata pangalengan sekitar villa merah jerman ini. Kalian bisa singgah di point sunrise cukul, situ cileunca, dan kebun teh ketmanah, dan lain sebagainya. Atau jika kalian ingin berwisata horor di kawasan ini. Bisa berkunjung ke rumah syuting film pengabdi setan dengan tiket masuk hanya Rp. 10.000,- saja.

Alamat Villa Merah Jerman

Villa Angker di Pangalengan ini beralamatkan di Sukaluyu, Kec. Pangalengan, Bandung, Jawa Barat 40378

sumber

Jul 19, 2020

Kisah Nyata Kejar Tuyul di Kuburan Angker

Cerita Misteri Indonesia • Kisah Nyata Kejar Tuyul di Kuburan Angker - Warga di Dusun Temu, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta sempat dihebohkan penangkapan tuyul yang dilakukan seorang pemuda bernama Yudarwandi.

Kisah Nyata Kejar Tuyul di Kuburan Angker

Sejak rekaman video klaim penangkapan mahluk halus itu viral di media sosial, rumah Yudarwandi pun sempat dipadati warga karena penasaran melihat langsung wujud asli dari sosok setan yang memiliki ukuran badan mungil tersebut.

Seperti dikutip dari Harianjogja.com--jaringan Suara.com, Yudarwandi mengaku penangkapan terhadap tuyul itu dilakukan pada Jumat (22/11/2019) malam. Mahluk tak kasat mata itu ditangkap saat Yudarwanti hendak pulang ke rumah selepas mengaji.

"Sosok anak kecil ini di atap rumah orang. Saya langsung turun dari sepeda motor. Saya ikutin petunjuk dari mbah saya dulu, saya kunci dulu (dengan rajah),” kata Yudarwandi.

Dia mengaku, baru berhasil meringkus tuyul itu setelah mengejarnya hingga ke sebuah kuburan. Setelah berhasil ditangkap, dia mengaku memasukkan tuyul tersebut ke sebuah toples.

“Saya putar balik motor saya ke arah kuburan, benar di situ ada tuyul sudah kelimpungan. Di situ terjadi proses penarikan kembali. Saya sempat merasa didorong sesuatu dari belakang karena itu di kuburan angker. Saya kejar, akhirnya saya empaskan ke tanah,” katanya.

Dia pun mengaku sedari kecil kerap bersinggungan dengan hal-hal mistis. Dari kesukaannya dengan dunia gaib, Yudarwandi pun mengaku mendapatkan jimat yang diberikan gurunya.

“Saya sejak kecil memang suka hal-hal yang spiritual. Saya lalu dikasih mbah (guru spiritual) saya, yaitu rajah asma syir, namanya. Kalau kamu mengamalkan ini dan rajahnya ini, terus tarik napas insyaallah akan selamat,” katanya. sumber

Jun 7, 2020

Kisah Nyata Bus Yang Menembus Dimensi Lain

Cerita Misteri Indonesia - Bus disesatkan hantu. Kejadian ini terjadi pada bus nahas bernama “Sudiro Tunggal Jaya” yang tersesat di alas hutan gunung tunggangan pada dini hari, bukan apa apa kenapa kejadian ini bisa menjadi misteri kejadian supranatural, dikarenakan tempat yang dilalui benar benar sangat susah dijangkau oleh kendaraan besar.

Kisah Nyata Bus Yang Menembus Dimensi Lain
Kisah Nyata Bus Yang Menembus Dimensi Lain
Berangkat dari Ponorogo dan sudah selesai menurunkan semua penumpang ditempat tujuan, sopir memulai perjalanan bersama seorang keneknya menuju baturetno, sesampai pertigaan jatisrono entah bagaimana sopir melihat plang menuju baturetno belok kekiri dan dipikirnya memang sudah dekat tujuan.

Setelah mengikuti arah arahan dari plat tersbeut, sopir mulai menemui jalanan lebar dan halus menuju baturetno, melewati hutan hutan yang sangat sepi dan gelap hingga pada sebuah jalan yang menikung arah tirtomoyo sopir melihat ada orang hendak menyeberang.

Karena sebagai sopir maka secara reflek menginjak rem agar orang tersebut bisa menyeberang dahulu, namun saat itulah terjadi keanehan hingga membuatnya berkata

“Astagfirullah kok dihutan ada orang sedang menyebrang jalan kok tiba2 hilang”

Dan setelah ia berkata demikian maka membangunkan sopirnya saat busa benar benar sudah berhenti dan sulit untuk melaju, dan yang lebih membuatnya kaget adalah ternyata ia sedang terjebak dalam sebuah tikungan sempit yang sangat curam dengan kondisi jalan rusak.

Kejadian tersebut mengundang banyak masyarakat sekitar, dikarenakan mereka semua heran sebab jalan tersbeut sangat sulit dilalui oleh kendaraan kendaraan besar terutama semacam bus pariwisata yang sangat panjang tersebut, dan secara nalar kata seorang warga sebelum masuk gunung tunggangan pun seharusnya bus sudah tidak bisa dan tidak berani melewatinya.

Sedangkan pengakuan sopir adalah jalanan yang ia lewati tidaklah sempit rusak ataupun curam, bahkan ia merasa sedang melewati jalanan lebar yang sangat mulus, sehingga membuatnya terus berjalan tanpa perlu melihat keadaan kanan kiri yang kebetulan sangat lengang, hingga menemui ada orang akan menyebarang jalan tadi.

Dikarenakan kondisi jalan yang menanjak dan menurun sangat curam, sempit dan penuh lobang ditambah tidak ada lampu penerangan dan kanan kiri bukit serta jurang tentu sangat menyulitkan kendaraan kendaraan besar untuk lewat.

Dan yang lebih aneh lagi adalah tidak adanya satu lecetpun pada body bus pariwisata tersbeut, dimana seharusnya banyak lecet jika memaksakan melaju pada jalan smepit dan curam seperti dalam foto diatas, namun itulah yang terjadi keadaan bus sangat mulus hingga saat evakuasi tentunya akan mengalami lecet setelahnya dipaksa untuk bisa jalan lewat tikungan tikungan curam.

Kesimpulan Penulis Pemilik website mataketiga.com

Kesimpulan mata ketiga, jika benar kejadian seperti dituturkan sopir maka ia telah melewati dimensi gaib dimana ia seolah olah melihat jalanan yang sangat luas, hingga ada mahluk gaib yang menyetopnya untuk jauh lebih tersesat yaitu seseorang yang menyeberang jalan.

Seandainya ia tidak muncul dan sopir tidak mengerem dan menyebut Asma Allah maka keumungkinan ia akan tersesat lebih jauh keatas gunung atau malah bisa saja masuk dalam hutan tanpa jalanan, namun jika disambungkan dengan pandangan skeptis maka bisa saja sopir tersesat karena ngantuk. sumber: https://mataketiga.com/bus-disesatkan-hantu/


Jun 2, 2020

Kisah Nyata! Asep Datang Kedalam Mimpi, Yang di Kubur Bukan Aku

Cerita ini saya dapat dari teman kerja saya yang berasal dari daerah Kabupaten Bandung. Demi kenyamanan semua pihak, detail tempat dan tokoh saya samarkan. Dalam cerita ini saya menambahkan beberapa improvisasi agar pembaca dapat memahami alurnya. Selamat membaca.

Kisah Nyata! Asep Datang Kedalam Mimpi, Yang di Kubur Bukan Aku
Kisah Nyata! Asep Datang Kedalam Mimpi, Yang di Kubur Bukan Aku

Hari itu sekitar pukul 4 sore, Ibu Saodah, wanita berusia kurang lebih 35 tahun sedang mempersiapkan makan malam di dapurnya. Saat Ibu Saodah sibuk memasak, anaknya, Asep yang saat itu duduk di kelas 4 SD meminta ijin untuk bermain bersama teman-temannya.

Sepulang sekolah memang Asep biasa bermain bola ataupun permainan lainnya dengan anak-anak tetangga di lapangan kosong di pinggiran desa.

Desa tempat Asep tinggal bukanlah desa besar, hanya desa kecil dengan beberapa rumah panggung dan rumah beton semi bilik anyaman khas pedesaan. Saat itu belum ada gadget sehingga anak-anak memang terbiasa bermain di luar rumah.

Menjelang magrib, biasanya Asep sudah pulang lalu mandi dan pergi ke mushola di desa untuk mengaji. Tapi hari itu adzan magrib telah berkumandang dan langit mulai menggelarkan temaramnya sedangkan Asep belum juga pulang.

Setelah selesai memunaikan sholat magrib, Bu Saodah akhirnya inisiatif menyusul Asep ke lapangan yang ditempuh sekitar 5 menit dengan berjalan kaki dari rumahnya.

Terkadang, ada hari dimana anak-anak bermain sampai lewat magrib dan baru akan pulang setelah diomeli oleh orang tua mereka. Maklumlah, kalau lagi seru-serunya bermain bisa sampai lupa waktu.

Tiba di lapangan Bu Saodah tidak mendapati seorangpun di sana. Kemana perginya Asep, batinnya. Dengan rasa khawatir, ia pun bergegas pergi ke mushola.

Alunan sholawat terdengar saat Bu Saodah mendekati mushola, dicarinya Asep diantara anak-anak sebayanya yang sedang mengaji. Tapi Asep tak ada di sana.

Pak Ustad Sofyan yang menyadari kehadiran Bu Saodah mendekatinya dan bertanya.


“Cari siapa Bu?” tanya Pak Ustad.


“Asep datang ke musola tidak Pak?” tanya Bu Saodah dengan suara yang bergetar. 

“Tidak Buk, dari tadi Asep tidak kesini.” jawab Pak Ustad.

Pak Ustadpun membantu Bu Saodah menanyakan Asep pada murid-muridnya namun, hari ini tidak ada seorangpun yang bertemu Asep sepulang sekolah. Bu Saodah pun mulai panik, lalu kemudian ditenangkan oleh Pak Ustad yang akhirnya mengantarkan Bu Saodah menuju rumah pa RT.

Anak-anak yang sedang mengaji dititipkan pada Ridwan, salah satu murid yang sudah remaja.

Bu Saodah hanya tinggal berdua saja dengan Asep, anak semata wayangnya. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Setibanya di rumah Pak RT mereka dipersilahkan masuk dan menjelaskan kejadian yang terjadi. Pak RT lalu menceritakan bahwa Asep sempat datang ke rumahnya untuk meminta ijin mengambil beberapa buah mangga di halamannya.

Di halaman rumah Pak RT memang terdapat satu pohon mangga yang besar dan buahnya selalu ranum. Menurut penuturan Pak RT, Asep datang bersama dua orang anak sebayanya sekitar pukul setengah 5 sore.

Pak RT belum pernah melihat kedua anak yang datang bersama Asep tersebut, sehingga Pak RT menyimpulkan mungkin dua anak tersebut datang dari desa sebelah atau mungkin saudara Asep.

Namun, ada yang aneh dari kedua anak tersebut, kulitnya nampak lebih putih dan pucat dengan lingkaran hitam yang samar-samar disekitar mata.

Setelah Pak RT mengijinkan anak-anak tersebut mengambil mangga di halamannya, ia masuk ke dalam rumah dan meninggalkan anak-anak memanjat pohon. Dari situ Pak RT tidak melihat lagi Asep.

Bu Saodah nampak sangat pucat dan syok mendengarnya. Ia merasakan ada hawa dingin di tengkuknya yang membuat bulu kuduknya merinding. Ia meminta bantuan Pak RT untuk mencari anaknya yang hilang.

Pak RT pun segera memberi tahu beberapa warga untuk mencari Asep bersama-sama. Bapa-bapa mulai ramai berkumpul didepan pos ronda yang berdekatan dengan rumah Pak RT.

Mereka membawa senter dan kentongan musola dan pos ronda kemudian berpencar memanggil-manggil nama Asep menyisir desa dan semak-semak sekitar desa sambil membunyikan kentongan.

Bu Saodah diperintahkan Pak RT menunggu di rumahnya ditemani dengan Bu RT. Malam semakin larut, Bu Saodah bertambah kalut, tangannya begitu dingin, sesekali iya mengusap air matanya yang mengalir begitu saja.

Ia tak henti-hentinya berdoa pada Yang Maha Kuasa agar anaknya bisa kembali dengan selamat.

Sekitar pukul 1 dini hari, Pak RT dan warga akhirnya memutuskan untuk pulang setelah tidak berhasil menemukan Asep. Bu Saodah yang menangis sesegukkan ditenangkan oleh Bu RT.

Pencarian akan dilanjutkan besok pagi. Bu Saodahpun pulang kerumah dalam keadaan pasrah. Malamnya, tentu saja Bu Saodah tidak bisa tidur sama sekali. Dibenaknya hanya terbayang wajah Asep.

Pagi pun datang, beberapa orang membantu Pa RT untuk mencari Asep, tapi warga yang datang tidak sebanyak tadi malam, karena sisanya harus pergi untuk bekerja.

Salah satu warga mengusulkan pada Pa RT untuk mendatangi Mbah Anom yang merupakan orang pintar dari desa sebelah untuk membantu proses pencarian. Pak RT pun pergi dengan salah satu warga ke rumah Mbah Anom.

Di depan rumah Mbah Anom tampak sedang duduk di kursi bambu yang berada di teras sambil meminum kopi hitam dengan cangkir besi loreng khas cangkir tempo dulu.

Pak RT pun dipersilahkan masuk dan mulai menceritakan tentang kejadian hilangnya Asep. Mbah Anom tampak memejamkan mata sambil sesekali mengerutkan kening.

Ia pun berkata, bahwa Asep berada di tempat yang gelap, sempit dan lembab, kemudian ia menanyakan apakah ada sumur kering yang sudah tidak terpakai di sekitar desa.

Pak RT pun menjawab bahwa memang ada sumur yang sudah tidak terpakai dan terletak di sebelah utara desa dekat dengan semak-semak. Setelah mendapat informasi itu Pak RT langsung melesatkan motornya dan memberi tahu warga untuk mencari di sumur tersebut.

Betapa mengejutkannya warga ketika memang ada Asep di dalam sumur tersebut sedang meringkuk di dasar sumur. Wargapun turun untuk mengangkat tubuh Asep.

Tubuhnya pucat dan sangat dingin, tidak ada aliran darah yang mengalir sama sekali.

Bu Saodah yang mengetahui hal tersebut langsung menerobos kerumuman warga dan terpaku menatap anaknya yang telah tiada. Ia pun menangis dengan histeris sambil memeluk Asep. Warga yang menyaksikan kejadian itu menatap iba Bu Saodah.

Siangnya warga membantu Bu Saodah mengurus jenazah Asep dan memakamkannya.

Acara pemakaman berjalan dengan lancar disusul dengan acara tahlilan pada malam harinya. Setelah warga pulang, di rumah hanya tersisa Bu Saodah dan beberapa kerabat yang menginap.

Bu Saodah terlihat sangat terpukul atas kehilangan anaknya, berkali-kali ia jatuh pingsan dan menangis sambil menyebutkan nama anaknya.

Malam semakin larut, Bu Saodah mencoba mengikhlaskan kepergian anaknya walau berat. Ia pun berusaha untuk tidur setelah malam sebelumnya bergadang dan kelelahan. Tak butuh waktu lama untuk Bu Saodah tertidur pulas.

Dalam mimpinya, ia di datangi oleh anaknya yang datang menghampiri dengan baju kaos dan celana persis seperti yang terakhir dikenakannya.

Asep berkata,

“Ibu…..”

“Aku takut…” dengan suara yang gemetar ketakutan.

Di mimpinya, Bu Saodah tak bisa berkata apa-apa, ia hanya menyaksikan Asep saja, tanpa bisa memeluknya yang sedang ketakutan.

“Ibu…aku di sini.”

“Yang dikubur itu bukan aku bu…”

“Tolong…” lanjutnya.

Bu Saodah lalu tercekat, terbangun dari tidurnya dengan peluh yang membasahi seluruh tubuhnya. Jantungnya berdegup sangat kencang. Tangisnya berderai lagi. Ia beristigfar berkali-kali mengingat kejadian yang baru dimimpikannya.

Diliriknya jam di dinding kamarnya, jam sudah menunjukan waktu subuh, ia pun menenangkan diri sejenak dan pergi mengambil air wudhu.

Paginya, Bu Saodah menceritakan mimpinya semalam. Kerabat yang mendengakan Bu Saodah menyuruhnya untuk bersabar. Bu Saodahpun berpikiran mungkin dirinya masih terpukul sehingga bermimpi didatangi oleh anaknya.

Hari kedua dan ketiga, masih dengan mimpi yang sama. Anaknya berkali-kali mendatanginya di dalam mimpi dengan ekspresi ketakutan dan berkata, “Bu, yang dikubur itu bukan aku…”

Merasa mimpinya merupakan suatu firasat, Bu Saodah menyampaikan pada Pak RT dan memintanya untuk membantu menggali kembali makam anaknya.

Alih-alih membantu Bu Saodah untuk menggali makam anaknya, Pak RT lebih memilih untuk meyakinkan Bu Saodah kalau mimpi yang berulang itu dikarenakan Bu Saodah belum bisa mengikhlaskan kepergian anaknya.

Hari keempat, kelima, keenam, berkali-kali Bu Saodah memimpikan hal yang sama dan mendesak Pak RT untuk membantunya, berkali-kali pula Pak RT menolaknya dan meyakinkan bahwa itu hanya mimpi.

Hari ketujuh, Bu Saodah merasa tidak sanggup lagi melihat anaknya yang ketakutan di dalam mimpi. Mimpi yang sama tujuh hari terakhir ini hampir membuatnya menjadi gila. Tanpa lelah, iapun kembali meminta bantuan pada Pak RT.

Pak RT pun akhirnya luluh dan menuruti Bu Saodah untuk membantu menggali makam anaknya.

Sejujurnya, selain karena iba dan tidak tega melihat Bu Saodah yang semakin hari makin terpuruk dengan kesedihannya, di dalam batin Pak RT ia pun penasaran dengan apa yang akan terjadi bila makam itu digali.

Siang itu, Bu Saodah, dua orang kerabatnya, Pak RT dan Bu RT, serta dua orang penggali kubur datang ke makam Asep. Makamnya tampak masih baru dengan taburan bunga yang sudah mengering di atasnya.

Setelah dipersilahkan oleh Bu Saodah, dua orang penggali kuburpun mulai menggali.

Bu Saodah berusaha setegar mungkin menahan air matanya. Dalam hatinya ia tidak menyangka bahwa makam anaknya akan digali kembali.

Beberapa menit menggali, kain kafan Asep mulai terlihat, kedua penggali pun memperlambat penggaliannya, tidak ingin merusak kain kafan Asep.

Setelah selesai menggali, kedua penggali tersebut merasa heran melihat bentukan kain kafan yang membungkus Asep.

Tapi mereka tidak berkomentar apa-apa dan mulai mengeluarkan jenazah Asep yang dibantu oleh Pak RT serta dua orang kerabat Bu Saodah.

Jenazah diletakkan di samping lubang kubur yang terbuka, Bu Saodah menahan sesegukan tangisnya dengan kedua tangan yang menutupi mulutnya.

Semua yang ada disitu merasa heran dengan bentukan kain kafan Asep yang lurus dan sangat kaku.

Pak RT dan salah satu kerabat Bu Saodah mulai membersihkan bagian muka jenazah Asep yang tertutupi oleh tanah.

Merekapun terheran-heran dan dengan cepat membuka tali pengikat dan kafan yang membalut jenazah Asep.

Betapa terkejutnya semua orang yang berada di sana melihat apa yang ada di dalam kain kafan bukan jenazah Asep, melainkan batang pohon pisang yang dipotong setinggi tubuh Asep.

Bu Saodah langsung lemas dan pingsan seketika. Kejadian ini pun dengan cepat tersebar keseluruh penjuru desa bahkan sampai ke desa-desa lain.

Hingga saat ini, tidak ada yang tahu pasti dimana keberadaan Asep.

Ada yang bilang Asep diculik makhluk ghaib, ada yang bilang juga Asep dijadikan tumbal pesugihan.

Entahlah, yang pasti, Asep sudah tidak pernah datang lagi ke dalam mimpi Bu Saodah. sumber https://ceritasetan.com/nyata/ibu-yang-dikubur-itu-bukan-aku/

Apr 5, 2020

Mahluk Gaib Hampir Membuatku Celaka

Cerita Misteri Indonesia - Mahluk Gaib Hampir Membuatku Celaka - Kali ini adalah artikel yang bersumber dari pengalaman penulis sendiri beberapa minggu lalu yaitu sekitar 21/09/19 menjelang pukul 19.00 bagian Ponorogo, kisah ini dialami dan memberi pencerahan tentang bagaimana hantu membuat orang celaka saat berkendara.

Mahluk Gaib Hampir Membuatku Celaka
Mahluk Gaib Hampir Membuatku Celaka
Kejadian tersebut terjadi saat penulis habis mencari makan malam dengan menaiki motor yang baru saja turun plat nomernya dari dealer, karena kebetulan penulis juga suka touring maka ketika memakai motor matic kecil semacam fino dan mio ataupun vario tentu bikin pegel seluruh badan.

Akhirnya sih dijual itu fino dan diganti dengan lexy S, walau 125cc namun sudah pakai VVA dan jok lebar, jadi keinget NMAX yang dulu penulis jual hwehehehe, malah ngomongin motor, kebiasaan touring ini membuat penulis seringkali mengalami kejadian mistis namun jarang tertuang dalam tulisan atau video karena tidak punya action cam… ngarep ada yang kirim.

Hingga terjadilah kejadian beberapa minggu kemaren dan penulis merasa harus menuliskanya dalam website ini, karena pengalaman tersebut mungkin berguna bagi para pengendara motor ataupun mobil saat melewati jalan angker dan diganggu hantu.

Lokasi Tempat Muncul Hantu

Setelah penulis selesai makan malam disebuah tempat makan yang lumayan jauh dari rumah, maka menjelang pukul 19.00 setempat memutuskan untuk kembali kerumah, medan yang dilalui penulis juga jalur yang biasa dilewati menuju rumah sehari hari karena memang jalan desa yang nyaman dilalui.

Saat pagi hari akan terlihat indah penuh dengan pohon dan jalan yang menurun, namun menjelang malam jalan tersebut menjadi lengang dan gelap serta menanjak walau tidak begitu jauh ya, kira kira hanya sekitar 1-2km saja perjalanan dari batas kota menuju rumah penulis.

Ditengah tengah perjalanan maka penulis selalu melewati sebuah areal pemakaman kuno, dimana disitu juga terbaring bupati pertama Ponorogo yang megah dan selalu banyak peziarah yang tirakat atau nenepi disana, biasanya tidak ada apa apa namun kali ini ada keanehan yang muncul saat berkendara.

Kira kira kurang dari 15meter sebelum melewati pekuburan secara samar perlahan jelas melihat ada sosok bayang bayang manusia berdiri dibahu jalan sebelam kanan, sedang penulis melaju disebelah kiri maka kami berseberangan, dengan jarak segitu dan kecepatan hanya 40-50km maka terlihat jelas meski terbaur dengan bayang bayang pohon.

Nyaris Dibuat celaka hantu

Semakin dekat terlihat sosok tersebut mulai bergoyang dan seolah olah akan menyeberang, yah sosoknya sih memang setinggi manusia pada umumnya membuat tidak ada perasaan curiga apapaun, hingga setelah jarak kira kira kurang dari 3 meter lah saat penulis sudah memelankan laju hingga 30km, tiba tiba saja sosok tersebut berlari menyeberang kearah penulis.

Dengan jarak sedekat itu maka jelas tidak bisa menghindari tabrakan, perasaan penulis sudah campur aduk “wahduh nabrak orang nih, ribet dah urusan” hingga benar saja, dari penglihatan sudut mata sosok tersebut sudah berada disamping motor dan sekejap lagi pasti bakal nubruk atau ketubruk ni, dua duanya bikin runyam dan masalah sampe hukum nih pikirku.

Namun tidak sampai nubruk, penulis melihat sebuah kenyataan dari kejadian yang sangat ganjil dengan keadaan sadar dan berada dijalan raya, sosok yang menyeberang ini bukanlah manusia ternyata, saat hampir bersentuhan karena tabrakan terlihat sangat jelas sosok tersebut bukanlah manusia.

Tubuhnya hanya berupa bayang bayang atau semacam asap hitam dengan taring dan mata yang merah berpendar ditempat yang seharusnya adalah kepala, sosok tersebut tidak bisa dihindari dan tetap harus tabrakan apalagi setelah penulis menyadari itu bukan manusia.
“ya tabrak aja sekalian, toh nggak ada hukum yang dilanggar”
Benar saja akhirnya sosok tersebut menubruk kendaraan sedangkan penulis berpikir tabrak aja sekalian, klop dah ya, kejadian yang seram muncul ketika kami mengalami saling tubruk dengan kecepatan motor sekitar 30km, lumayan keras juga kalau jatuh dalam benak terbesit rasa sakitnya.

Lepas Dari Ancaman Maut – Nyaris Dibuat Celaka Hantu

Sesaat sosok tersebut sudah berada didepanku seolah olah tubuhnya hanya semacam asap yang menembus badan fisik dan motor, sesaat aku masih tertegun dan heran bagaimana bisa ada kejadian dan mahluk semacam ini, kayak difilm film saja namun ini dilamai secara nyata.

Penglihatan mata tiba tiba seperti tertutup kelambu hitam dan membuat pandangan ke jalan raya menjadi samar samar dan gelap, nafas seolah olah terhentu dan tidak bisa menyadari kondisi sekitar secara utuh, disitulah penulis membaca doa pendek pada Tuhan serta memakai ilmu supranatural untuk melawan dan menyelamatkan diri dari situasi genting.

Benar saja pandangan menjadi lebih gelap dan tidak bisa melihat apa apa, waktu berjalan seolah olah lebih lambat hingga tiba tiba penulis tersadar dan bisa dengan tenang lagi melihat dari belakang ada kendaraan yang melaju sangat kentjang tepat berada disamping sebelah kanan seolah olah tidak melihat penulis.

Mungkin saja jika tidak segera sadar maka akan ketabrak motor tersebut dengan sangat keras, beruntung masih dalam lindungan Tuhan, akhirnya memutuskan menepi disamping pintu masuk pemakaman dan melihat kebelakang jika saja mahluk tersebut masih ada kan enak bisa tak lempar pake batu, ternyata tidak ada siapapun lagi hanya bayang bayang pohon yang menari nari terkena sinar lampu jalan.

Akhirnya memutuskan segera kembali menuju rumah lagi, keburu ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan pengalaman tersebut sangat menginspirasi, ya menginspirasi karena melihat bagaimana proses hantu usil yang sering membuat orang celaka saat berkendara, kebetulan juga dilokasi tersbeut tak jarang ada orang kecelakaan tunggal.

Kesimpulan

Maka inilah pokok pokok penting yang bisa penulis bagikan kepada para pembaca sekalian, bahwa saat berkendara sebelum dan sesudah sampai tujuan wajibkanlah berdoa memohon perlindungan agar selamat dimanapun berada kepada Tuhan sesuai keyakinan anda masing masing.

Hantu pembuat celaka pada jarak tertentu sudah akan muncul dan membuat kita ragu untuk melaju atau mengerem, namun saat sudah dekat ia akan tiba tiba menubruk atau memasang posisi tepat ditempat yang sulit kita hindari saat lengah.

Maka ketika sudah melihat dari jauh, injaklah rem perlahan dan usahakan agar bisa menghindarinya, namun jika sudah yakin itu hantu ya tabrak saja karena pasti tidak ada konsekuensi apapaun, tapi demi kebaikan hindari saja sebisa mungkin jangan terpancing emosi atau rasa takut.

Jangan berkendara menjelang pukul 18.00 ataupun 19.00 saat kondisi jalanan lengang dan kondisi badan dan pikiran kurang stabil, karena itu sangat menguntungkan mahluk gaib negatif untuk menganggu dan mudah mendampakkan dirinya sewaktu waktu.

Saat sudah melihat sosok yang disinyalir hantu ada baiknya mengambil jalan tepi/kiri agar bisa berhenti pelan pelan saat mengalami hal yang sama dengan penulis, yaitu penglihatan ditutup dan tidak bisa menyadari kondisi sekitar dengan baik.

Diharapkan berada dalam lajur kiri bisa lebih aman karena bisa berhenti dengan resiko ditabrak dari belakang lebih kecil daripada berhenti atau oleng ditengah jalan, jadi itulah kesimpulan kesimpulan yang bisa penulis berikan dan semoga bisa menjadi rambu rambu saat pembaca mengalami atau sebagai pengetahuan saja.

Sekian artikel ini ditulis sesuai dengan pengalaman sendiri yang dialami, juga perlu digaris bawahi bahwa hantu usil yang menganggu penulis tadi bukanlah dari keangkeran makamnya akan tetapi memang hantu liar yang selalu membuat celaka orang yang melewatinya, jika ada salah kata atau kekurangan mohon maaf dan silahkan berkomentar ataupun bertanya apda kolom komentar. sumber : mataketiga.com (pengalaman penulis blog mataketiga.com)

Jan 23, 2020

Kisah Nyata Hantu Wanita Memesan Baso

Cerita Misteri Indonesia -  Cerita mengenai hantu wanita beli bakso ini diangkat dari kisah nyata kejadian yang dialami sendiri oleh warga yang bernama mang Supeno. Mamang ini adalah salah seorang pedagang bakso keliling di daerah Jakarta Timur.
Kisah Nyata Hantu Wanita Memesan Baso
Kisah Nyata Hantu Wanita Memesan Baso
Kisah ini memang cukup mengasyikkan, terlepas dari percaya atau tidak, makhlus halus yang suka iseng memang ada dan dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Peristiwa ini terjadi pas malam Jumat Kliwon saat mang Supeno sedang berkeliling di salah satu perkampungan untuk menjajakan bakso. Malam itu tidak seperti biasanya, jalanan di perkampungan tempat saya biasa menjajakan bakso terasa sepi. Sampai jam 9 malam baru 10 mangkok bakso yang saya jual.

“Sepi banget malam ini” kata saya dalam hati sambil berjalan mendorong gerobak dan memukul-mukul kentongan untuk memberi tanda ke warga sekitar bahwa ada tukang bakso yang sedang lewat.

ad970

Saat tiba di sebuah simpang pertigaan saya sempat bimbang, mau belok ke kiri apa ke kanan. Dua-duanya terlihat sepi. Akhirnya saya putuskan ambil jalur kanan. Baru melewati dua rumah, ada seorang wanita bergaun putih keluar dari pagar rumah memanggil saya.

“Bang, baksonya satu ya”. kata wanita tersebut.

“Ok” jawab saya dan saya lihat wanita itu kembali masuk pagar.

Saya pun langsung menyiapkan satu porsi bakso yang dipesan.

Setelah selesai menyiapkan satu mangkok bakso pesanan wanita itu, sayapun mengantarnya ke rumah tempat wanita itu. Sampai di depan pagar saya sempat heran kok pintu pagarnya ditutup ya, malah pake dikait lagi.

Padahal perasaan ibu tadi tidak terdengar membuka atau menutup pagar, kata saya dalam hati. Namun kutepis keanehan tersebut, saya lalu buka pagar itu. Walaupun diselot tapi tidak dikunci. Saya langung masuk kemudian menuju pintu rumah yang tertutup.

Sesampai di depan pintu, perlahan saya ketok pintunya.

“Tok tok tok, permisi, ini baksonya buk” kata saya kepada orang di dalam yang saya yakini adalah wanita penghuni rumah ini.

Karena tidak kunjung ada jawaban dari dalam rumah, saya ketok kembali pintunya “tok tok tok, permisi, ini baksonya buk” kata saya sembari agak keras.

Akhirnya terdengar langkah kaki dari dalam rumah dan pintu pun dibuka perlahan. Yang membuka adalah seorang wanita muda dan bertanya “ada apa mas?”

“Ini mbak, tadi ada ibu-ibu di rumah ini pesan bakso sama saya” jawabku kepada wanita muda itu.

“Di rumah ini tidak ada ibu-ibu mas, saya di sini cuma tinggal bertiga dengan suami dan anak saya mas” kata wanita muda itu.

“Ya tadi sih masuk ke sini mbak” kata saya.

Makhluk Halus Penghuni Rumah Yang Suka Iseng
Tiba-tiba seorang lelaki muda yang tentunya suami wanita muda ini keluar dari dalam rumah dan bertanya “ada apa sih malam-malam kok ribut-ribut?”

“Abang tukang bakso ini mengantarkan bakso, katanya ada ibu-ibu di rumah ini pesan bakso mas. Padahal kan di rumah ini cuma kita bertiga” jawab wanita muda itu.

“Gitu aja kok ribut, ya sudah sini baksonya, biar saya yang makan, tapi bikinkan satu lagi ya buat istri saya” kata lelaki muda itu.

Sayapun bergegas menyerahkan semangkok bakso kepadanya dan bergegas menyiapkan semangkok lagi.

Setelah selesai menyiapkan, saya antar bakso kembali ke rumah tersebut.

“Ini mbak baksonya” kata saya sambil menyerahkan semangkok bakso kepada wanita itu.

“Duduk sini dulu mas” kata lelaki muda itu sambil mempersilakan saya duduk di kursi yang ada di teras rumah itu.

“Ya mas, makasih” kata saya. Dia makan di teras, sementara istrinya masuk membawa bakso, tak lama kemudian istrinya menyerahkan mangkok yang sudah kosong kepada saya, mungkin langsung dipindah ke mangkoknya sendiri.

“Emang bener tadi ada ibu-ibu pesan bakso?? jangan-jangan kamu cuma ngarang aja biar baksomu laku” kata lelaki itu berkelekar sambil tersenyum kepada saya.

“Untuk apa saya bohong mas, saya kan tiap hari jualan di sini. Memang benar kok tadi ada ibu-ibu yang pesan” jawab saya.

“Ciri-cirinya bagaimana?” tanya lelaki muda itu. ya ibu-ibu tidak terlalu tua sih, pakai baju panjang warna putih, rambutnya agak panjang, jawab saya.
lalu dari mana asalnya dan kemana? tanya lelaki muda itu lagi.

“Tadi keluar dari sini dan masuk lagi ke rumah ini mas, tapi yang saya heran, kok saya tidak mendengar dia membuka pintu dan menutup pintu pagar, padahal waktu saya masuk, pagarnya ditutup dan diselotin, waktu saya buka selotnya, bunyinya cukup keras mas” jawab saya.

“Oh gitu toh, kata orang-orang di sekitar sini memang sering terjadi seperti yang mas alami, memang dia kadang-kadang muncul dan suka iseng, tapi saya sampai hari ini belum pernah bertemu sama dia” kata lelaki muda itu.

“Maksudnya mas?” tanya saya lagi.

Lelaki muda itu menjawab “kata orang-orang di sekitar sini, dia itu makhluk halus yang tinggal di rumah ini, itu sih kata orang, kami sendiri yang tinggal di sini belum pernah bertemu.”

Langsung merinding bulu kuduk saya mendengar penjelasan lelaki itu, seketika ada rasa takut menjalar di tubuh saya. Rupanya ekspresi ketakutan saya terlihat oleh lelaki muda itu.

“ya gak usah takut mas, biasa saja. Ini uangnya” kata lelaki itu sambil menyodorkan uang sepuluh ribu rupiah kepada saya.

“Baik mas, makasih ya mas, permisi mas” kata saya sambil bergegas cabut meninggalkan rumah itu.

Setelah selesai saya letakkan mangkok di dalam gerobak, dengan penuh rasa ketakutan, sayapun langsung lari sambil mendorong gerobak menjauhi daerah tersebut. source: misteriku.com
Baca Juga: Kisah Nyata Mahasiswa Nikah Dengan Siluman

Jul 16, 2019

Kisah Nyata Mahasiswa Nikah Dengan Siluman

Cerita Misteri Indonesia - Penulis menurunkan tulisan tentang kota misteri di Palu, Uwentira. Kota mistik ini memang sangat terkenal di Palu, Sulawesi Tengah. Sudah begitu banyak cerita tentang misterinya kota Uwentira. Karena banyak warga yang mengakui bahwa mereka pernah masuk ke alam lain, alam siluman di kota Uwentira ini.
Kisah Nyata Mahasiswa Nikah Dengan Siluman
Dalam dunia perdukunan atau di ranah supranatural, banyak orang percaya akan adanya dunia siluman itu seperti di Uwentira. Lebih jauh, dalam dunia perdukunan atau dunia para pencari ilmu di ranah supranatural, dalam dunia kegaiban, yang akrab dengan “makhluk” yang disebut jin, kerap terdengar bahwa seseorang bisa nikah atau kawin dengan jin.

Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia meyakini bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi, sebab bila kita berpikir secara rasional bagaimana bisa dua makhluk yang berbeda dapat berhubungan secara biologis dan lain-lain. Manusia merupakan makhluk yang berasal dari bumi atau tanah, sedangkan jin merupakan makhluk yang tercipta dari api.

Namun, bagi segelintir orang sangat percaya itu. Dan jika terjadi perkawinan atau hubungan biologis antara dua makluk itu, terlahirlah anak-anak jin.

Hal ini dapat dipahami secara logika, sebab bagaimana mungkin dapat menghasilkan anak manusia. Juga kaena dalam proses reproduksi dalam manusia dibutuhkan pembuahan yakni sperma yang dapat membuahi sel telur pada rahim seseorang.

Dan percaya atau tidak, di Uwentira, kota penuh misteri atau kota siluman yang populer itu, pernah begitu gempar terdengar kabat bahwa seorang mahasiswi desa namanya Lin dalam beberapa hari tidak pulang ke desanya. Pencarian dilakukan tidak ditemui.

Dan setelah diketemui, sikap Lin kerap terasa aneh dan tidak seperti biasanya, tidak seperti Lin yang sebelumnya. Ternyata, menurut pengakuan Lin sendiri, dirinya sudah bersuamikan dengan seorang penghuni kota siluman Uwentira.

Inilah kisahnya, seperti  kerap diceritakan kepada masyarakat di sana. Bahwa, suatu malam, Ardin, aman Lin menceritakan kembali saat dia mengantar Iin. Senin pagi itu, sekitar pukul 10.15 Wita, Iin tiba-tiba datang ke rumah Ardin yang wilayahnya masih di Desa Sidera. Jarak rumah mereka sekitar 100 meter. Mulanya Iin minta tolong diantar ke Palu, bukan ke Uwentira.

Bergegaslah mereka pagi itu dari Sidera menuju Palu. Yang dipakai berboncengan sepeda motor matic milik Iin. Sebab kondisi motor Ardin agak kurang normal.

Baru beberapa menit di perjalanan, tiba-tiba Iin meminta sang paman supaya mengantarnya ke Uwentira saja. Tidak jadi singgah di Palu. Begitu mendengar kata Uwentira, perasaan Ardin mulai tidak enak. Dia pun menanyakan ada urusan apa di sana.

Ardi  pun tidak mau nanya lagi, karena kalau ditanya, biasanya Lin marah-marah lantarankesal.  Maka Ardin pun nurut saja. Supaya tidak mau terjadi adu mulut, Ardin nurut saja. Sepeda motor pun dipacunya menuju Palu, berjarak kurang lebih 10 km.

Tiba di Palu, sempat singgah isi BBM di SPBU Jalan Sisinga Mangaraja. Tangki motor diisi full. Setelah selesai, Iin langsung meraih stir motor. Mereka bergantian saling bonceng menuju Uwentira.

Sepanjang perjalanan, terutama di jalur gunung Kebun Kopi, Ardin sempat ketakutan. Soalnya, Iin memacu motor dengan kecepatan tinggi. Ternyata Iin kejar waktu. Jam 11 tepat sudah harus sampai di lokasi Uwentira. Tidak boleh telat. Mungkin sudah ada perjanjian waktu antara Lin dengan suaminya sang siluman. 

Sesampainya di Uwentira, Iin mengajaknya lagi bercakap-cakap ringan. Karena sepanjang jalan, mulai dari SPBU Sisinga Mangaraja sampai di tujuan, Iin tak satu kata pun bicara. Begitu juga Ardin, dia tak lagi memberanikan diri menegur atau bertanya. Apalagi sampai mengingatkan supaya jangan terlalu ngebut.

Saat itu, kepada pamannya Ardin, Lin berterus terang bahwa dirinya sudah menikah atau kawin dengan suaminya siluman di kota Uwentira. Lin minta agar pamannya tidak beritahu ke orang tuanya.

Ardin terdiam. Perkataan Iin tak dihiraukan. Antara percaya dan tidak, dengan apa yang baru saja didengarnya. Lantaran tak mau keponakannya marah atau tersinggung, beberapa menit kemudian barulah Ardin manggut-manggut merespons ucapan Iin.

Setelah itu, Iin melanjutkan lagi pembicaraan. Katanya yang menikahkan mereka Nene Rante. Sosok itulah menurutnya banyak berperan di balik pernikahan dia.

Sekadar diketahui, di dunia lain Tanah Kaili di Sulteng, nama Nene Rante lebih dikenal dengan sebutan “Mangge Rante”. Fotonya banyak beredar di masyarakat dengan ciri mulutnya mengeluarkan asap. Mungkin karena terpaut usia yang cukup jauh, sehingga Iin menyebut Mangge Rante dengan panggilan Nene.

Sebelum balik lagi ke Sidera, remaja berjilbab ini sempat menanggalkan asesoris cincin dan kalung yang dipakainya. Lalu diberikan kepada Ardin. Tersisa sendal dan baju yang melekat di badan. Kemudian, dia berpesan supaya kepergian ke Uwentira jangan diberitahu ke ayah dan ibunya.

Setelah menghidupkan mesin motor dan beranjak pergi, Ardin sempat menoleh ke arah Iin. Dia melihat Iin menuju tangga semen, lokasi yang disebut-sebut pintu gaib alam Uwentira.

Sepanjang perjalanan, Ardin tak habis pikir dengan apa yang dialami Iin. Apakah yang didengar dan disaksikan tadi, hanya gurauan belaka, atau memang benar terjadi.

Ternyata, Lin pun berkata bahwa suatu waktu dirinya akan tinggal menetap di Uwentira, kota siluman itu. sumber

Feb 17, 2018

Sopir Angkot Disesatkan Tiga Hantu Cantik

Cerita Misteri - Sopir Angkot Disesatkan Tiga Hantu Cantik | Percaya tidak percaya, seorang sopir mikrolet jurusan Pedurungan, Semarang Barat-Mangkang, Semarang Timur mengalami kisah mistis. Kala itu Mukharom (41) membawa penumpang, tiga perempuan. Konon kabarnya wanita itu adalah penghuni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota, Kota Semarang.

Urban Legend Hantu Korban Aborsi "CIBBIU" Sulawesi

Cerita Misteri - Urban Legend Hantu Korban Aborsi "CIBBIU" Sulawesi | Tanah Indonesia kaya akan berbagai cerita yang sangat menarik. Ada banyak kisah mistis yang dapat dijumpai dari berbagai wilayah di Indonesia.