Cerita Misteri - Sopir Angkot Disesatkan Tiga Hantu Cantik | Percaya tidak percaya, seorang sopir mikrolet jurusan Pedurungan, Semarang Barat-Mangkang, Semarang Timur mengalami kisah mistis. Kala itu Mukharom (41) membawa penumpang, tiga perempuan. Konon kabarnya wanita itu adalah penghuni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota, Kota Semarang.
Feb 17, 2018
Mar 18, 2017
Kisah Nyata Dimintain Tolong Sama Hantu Perempuan
Duamisteri.com - Kisah nyata dari temen saya yang bernama Boy, Ini kisah beneran yang dialaminya dan diapun sering sompral berkata bahwa tidak takut hantu.
Suatu malam, Boy lagi main ke tempat temennya di Apartemen Brickriver City (diterjemahin bahasa indonesia ya), itu lho yang lokasi pembunuhan Holly, istri pejabat. Dari awal masuk kawasan apartemen suasana udah hening banget, gada suara apa-apa en ga ada siapa-siapa di sekitar sana. Tapi dasar orangnya cuek, si Boy ga ngerasa gimana-gimana toh pikirnya mungkin kebetulan aja lagi sepi.
Nah trus dia naik ke elevator ke lantai 4, dimana apartemen temennya berada. Di dalam lift, dia sendiri. Sambil main-main handphone, tiba-tiba matanya nangkep sesuatu di sudut lift. Ada sesuatu kayak gumpalan warna merah gitu. Heran sama benda apa itu, diinjek-injeknya pake ujung sepatu. Bendanya agak-agak kenyal dan basah gitu, kaya daging. DING! Lift dah sampe di lantai 4. Sejenak perhatian si Boy teralih waktu pintu lift ngebuka. Waktu dia liat lagi kebawah tempat benda tadi berada, jreeng udah ilang gan. Udah bersih aja tuh sudut lift. Dasar si Boy cuek, dia ga mikir panjang en lanjutin jalan ke tujuannya.
Nah, lokasi unit temennya ini harus lewati sekitar 3 belokan koridor gitu. Saat mo sampe belokan pertama, si Boy ngeliat dalam keremangan cahaya tuh dari tepian dinding kayak ada cairan yg ngerembes gitu. Warna merah. Pas makin lama makin deket, eh cairannya ga keliatan lagi dan dindingnya pun kembali bersih. Dari sini dia mulai ngerasa aneh. Nah dia coba ga gubris perasaannya, jalan terus ampe belokan kedua. Disini dia ngeliat sesuatu lagi kaya ada untelan warna hitam gitu. Waktu dideketin, ternyata itu potongan rambut gan...kepangan rambut yang kepotong gitu. Nah dia mulai nyadar ada yang ga beres nih gan, dikasi liat yang aneh-aneh mulu. Udah mulai takut dia. Dipercepat langkahnya, tinggal satu belokan lagi sampai ke unit temennya tersebut. Pas udah sampai belokannya, tiba-tiba langkahnya kehenti........
Jalannya dihalangi oleh seorang cewek yang penampilannya DP banget! Ceweknya chinese (no sara ya), rambutnya dikepang dua tapi sebelahnya udah ga ada. Mukanya pucet banget, trus sebelah tubuhnya udah hancur terkoyak gitu, dan kakinya ga napak! Seumur-umur pertama kali dikasi liat yang begituan bikin si Boy ini lunglai lututnya, ga bisa lari. Dan pada saat itu matanya ga bisa lepas dari pemandangan DP di depannya. Si cewek ini gerakin bibirnya tapi ga bersuara. Dia seakan ngomong,
"...tolong...saya..."
Abis si cewe itu ngomong begitu, akhirnya si Boy bisa ngumpulin lagi sisa-sisa enerjinya dan ngibrit ngelewatin si cewe DP ampe nyampe ke unit temennya. Langsung digedor-gedor, trus ngibrit masuk sambil ngos-ngosan gan! Temennya bingung pada nanya kenapa, tapi dia kagak cerita. Katanya malu, soalnya dia sering sompral ke orang-oranr kalo dia kagak takut yang begituan. Eh taunya dikasi liat beneran. Sejak saat itu jadi kapok doi gan, trus malah jadi parnoan.
BACA JUGA : Misteri Kampung Hantu Jadi-jadian di Lombok
Mar 11, 2017
Kisah Nyata Bertemu Hantu Cantik di Hotel Banjarmasin Kalimantan
Cerita Misteri Indonesia • Kisah Nyata Bertemu Hantu Cantik di Hotel Banjarmasin Kalimantan - Ketika saya dapat tugas ke Banjarmasin. Menginap di sebuah hotel berlantai 7 yang ada di tengah kota. Saya dapat kamar di lantai enam, menghadap kantor pos dan KFC yang ada di seberang jalan.
Suatu siang saya mau shalat zuhur, Saya malas naik ke kamar karena terlalu lama Saya tanya petugas hotel di mana mushalla? Ternyata ada di lantai tiga, dekat lift.
Sesampai di mushalla, ternyata mushalla penuh karena da orang seminar. Di lantai tiga memang ada ruang untuk seminar. Seorang staf hotel menyarankan saya turun ke lantai dua. Katanya di sana ada mushalla lain. Ia menunjukkan saya tangga menuju lantai dua.
Sesampai di lantai dua, saya tidak menemukan bangunan seperti halnya bangunan hotel yang lain. Yang ada adalah bangunan yang sepertinya belum selesai. bahan-bahan material masih berserakan, ada kamar-kamar dari papan. Sedikit ke depan, saya menemukan sebuah gang yang agak panjang. di sisi kiri saya dinding berwarna putih, di sisi kanan saya beberapa ruangan yang disekat dengan papan.
Karena tidak menemukan mushalla, saya terus menyusuri lorong itu. Dari arah depan saya seorang perempuan berjalan menuju ke arah saya. Pakaiannya rapi, tinggi, rok selurut, pakai baju laiknya pegawai hotel. Nampak cantik dengan rambut sepunggung yang terurai tidak diikat. Namun sebelum berpapasan dengan saya ia belok kiri (sebelah kanan saya) dan masuk ke sebuah kamar. Saya melanjutkan perjalanan hingga ujung gang.
Di ujung gang ada beberapa kamar kerja yang nampaknya masih darurat. Saya berbicara dengan seorang laki-laki yang sedang bersiap-siap hendak pergi. Saya tanya di mana mushalla. “Oo… ikut saya, kebetulan saya mau ke atas (antai tiga)”, katanya. Saya ikut dia.
Sambil berjalan di gang yang tadi saya lalui, si laki-laki bertanya:
“Apa abang ada lihat perempuan lewat di sini tadi?”
“Ya, saya lihat”
“Kemana ia pergi?”
“Dia masuk ke ruang itu” sambil saya tunjukkan temat di mana perempuan tadi masuk.
“Ya… ia selalu berjalan di sini dan selalu masuk ke ruang itu. Dulu kami kantornya di situ (tempat perempuan tadi masuk), tapi kemudian tidak tahan, kami pindah ke ujung gang.”
“Tidak tahan kenapa?”
“Ya.. tidak tahan dengan perempuan itu. Terkadang komputer mati sendiri. Kalau sore kita tinggalkan mati, besoknya sudah hidup. Ada suara aneh, ada bau aneh, ada suara macam-macam di ruang sebelah. Pokoknya sangat tidak nyaman.”
“Apa hubungannya dengan si perempuan?’
“Perempuan itu yang melakukannya. Dia selalu menampakkan diri, tapi dia tidak ada. Dia hantu, bang”
“Haahhh….. masa? “
“Kalau tidak percaya, lihat ruang tempat di masuk tadi.” Saat itu kami persis di ruang tempat perempuan itu masuk. Si laki-laki berhenti dan menunjukkan saya ruang itu. Ternyata sebuah ruang keci, dipenuhi kayu bekas dan plastik semen.”Apa mungkin perempuan masuk ke sini?” tanyanya.
Saya benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang baru saya alami. Berjumpa dengan hantu. Saya menyesal saat itu tidak memotretnya.
Kiriman : Agam Sidro
BACA JUGA : Cerita Misteri RSU Mataram, Pelayanan Dokter dan Suster Hantu




